Categories
Sponsored Tips

5 Tips Membuat Video Slideshow Keren

Ada banyak cara untuk meramaikan suasana. Di acara-acara yang menyajikan nostalgia seperti acara ulang tahun, pertunangan, pernikahan, atau reuni, salah satu cara untuk meramaikan suasananya adalah dengan menyajikan slideshow video.

Ya, slideshow video kini makin populer. Hal ini tidak lain tidak bukan karena didukung juga dengan semakin majunya teknologi. Dulu, tidak banyak gadget yang bisa memainkan atau memutar video slideshow. Tapi sekarang, ada ada banyak orang yang sudah menggunakan smartphone.

Karenanya, tidak sedikit juga orang yang kini membuat video slideshow untuk tujuan menghibur saja, bukan untuk acara-acara yang disebutkan tadi. Mereka membuat banyak konten video slideshow untuk media sosial, yang juga sekaligus mengukir memori bersama teman-teman melalui media sosial pula.

Tapi, kita tidak bisa sembarangan membuat video slideshow. Salah-salah, video slideshow yang kita buat malah tidak menarik dan tidak menyampaikan pesan yang ingin kita sampaikan.

Karenanya, simak beberapa tips membuat video slideshow berikut ini, sehingga kamu bisa membuat video slideshow yang sangat menarik.

1. Buat pakai editor yang mudah

Ada banyak software editing video slideshow yang bisa digunakan. Tapi biasanya, menggunakan software itu akan sulit dan rumit. Software tersebut dikhususkan untuk digunakan para profesional.

Walau begitu, kita tidak perlu khawatir karena kini ada situs dan aplikasi editing video slideshow yang bisa digunakan. Aplikasi dan website seperti Canva ini bahkan bisa digunakan secara gratis dan juga memiliki banyak fitur yang bisa membuat pembuatan video slideshow menjadi mudah.

2.  Pakai musik

Selain visual, elemen audio juga bisa membawa kita bernostalgia. Karenanya, akan lebih baik jika dalam video yang digunakan, kita menggunakan musik latar belakang. Kita bisa memilih musik atau lagu yang sesuai dengan tema video slideshow. Untuk acara pernikahan, kita bisa menggunakan musik romantis. Untuk acara ulang tahun, kita bisa menggunakan musik yang ceria. Sementara untuk acara reuni, kita bisa menggunakan lagu-lagu yang populer saat sekolah.

3.  Ingat durasi

Kita bisa memasukkan foto dan video yang menurut kita sangat perlu untuk dimasukkan dalam video slideshow. Hanya saja, kita juga perlu untuk mengatur durasi. Jangan sampai kita memasukkan terlalu banyak foto dan video, sehingga durasi video slideshow malah jadi terlalu panjang. Hal ini akan membuat penonton bosan.

Tapi jangan juga membuat video slideshow terlalu pendek, karena hal ini akan membuatnya jadi kurang berkesan.

4.  Gunakan gambar resolusi tinggi

Ini adalah hal yang wajib dan perlu diperhatikan. Kita tidak mau gambar dalam video slideshow kita jadi buram dan kabur saat ditayangkan. Karenanya, kita perlu untuk menggunakan gambar atau video beresolusi tinggi.

Ketika menggunakan gambar atau video yang berkualitas buruk, maka tampilan video slideshow menjadi kurang menarik, tidak fokus, pecah-pecah, dan sulit untuk dilihat. Hal ini juga akan mengganggu untuk para penonton.

5.  Simpan dalam format yang tepat

Categories
Inside The Agency

IdeaTalk #3 SPECIAL EDITION! Inspiring Aspiration – Video & Animasi

Apakah Anda penggemar film serial animasi Nussa? Pada episode khusus Inspiring Aspiration kali ini, kami berbincang dengan CCO The Little Giantz, Bony Wirasmono untuk berbagi wawasan seputar industri video & animasi.
.
Kamu bisa juga simak vlog kami di Facebook/Instagram/Youtube Idea Imaji, dan versi podcastnya di Spotify, Google Podcast, dan Apple Podcast!

 

Categories
Facebook Social Media Twitter YouTube

Bagaimana Pengaruh Video Marketing pada sebuah Brand?

Video akan menjadi suatu hal yang efektif bagi strategi marketing, dan sebuah brand yang membuat video ini dengan baik akan meningkatkan engagement dengan konsumennya. Nyatanya lebih dari sebagian besar perusahaan telah menggunakan video untuk marketing strategy mereka. Brand-brand yang mengubah marketing berupa iklan tekstual menjadi sebuah video memiliki kesempatan terbaik untuk mengubah ketertarikan konsumen pada suatu produk menjadi penjualan, terlebih lagi jika mereka membuatnya dalam bentuk mobile platforms. Ini bukti bahwa jika kita sadari umur 18 – 30 tahun menghabiskan paling tidak 36 menit per minggu untuk menonton video pada smarthphone, ini adalah umur yang mendominasi saat ini. Dan generasi millenials saat ini akan mendominasi pasar setelah generasi sebelumnya yaitu Baby Boomers yang akan pensiun dalam beberapa tahun yang akan datang. Jadi kelompok dari generasi Millenials saat ini akan menjadi kunci dari grup konsumerisme yang harus difokuskan bagi setiap Brand.

Kenapa video marketing ini sangat efektif?

Konten marketing dan sosial media memberi perubahan besar tehadap permainan online marketing. Storytelling dari sebuah brand menjadi perhatian utama dan menjadi sebuah keuntungan dalam membuat suatu hal yang lebih menyentuh manusia itu sendiri dan membawa bisnis mereka terhubung dengan konsumennya.

Untuk bisnis dengan skala kecil , membuat video bisa digunakan dengan budget yang tidak terlalu mahal. Perusahaan besar mungkin bisa membuat sebuah video yang stand-out dengan budget yang tidak murah juga, tetapi perusahaan dengan skala lebih kecil juga dapat membuat video marketing yang berhasil dengan memperhatikan beberapa hal dibawah ini, diantaranya :
• Menjawab dengan aktif pertanyaan konsumen (FAQs)
• Memamerkan produk dengan menarik.
• Melibatkan pengguna produk dengan berkontribusi untuk memperlihatkan produk kamu dalam kehidupan nyata konsumen tersebut.
• Memperkenalkan atau membuat profil dari para pekerja dibalik Brand kamu, membuat suatu hal yang lebih intim shingga konsumen merasa dekat dengan.
• Memperlihatkan penggunaan produk.
• Menayangkan testimonial video.

Ribuan dari bisnis kecil di YouTube channel telah membangun audiens dan kredibilitas dengan cara yang sederhana, iklan yang mudah dipahami, dan studi telah membuktikan bahwa video memiliki pengaruh yang sangat besar untuk penjualan terutama bagi bisnis kecil dan cottage industry (penyewaan villa, guesthouse, hotel). Lebih dari sebagian besar marketing memberikan respon di tahun 2014 Video Statistik by Invodo mengatakan bahwa video menawarkan ROI (return of investment) tertinggi dibandingkan dengan tipe konten marketing yang lainnya.

Sumber : https://www.dreamgrow.com/video-marketing/
https://smallbiztrends.com/2017/02/video-marketing-trends.html

Categories
Digital Marketing Marketing Strategy Social Media

Konten Video Ads Pinterest Sebagai Strategi Marketing Bisnis

Pada akhir 2016, platform media sosial Pinterest mengeluarkan fitur terbaru terkait dengan layanan periklanan miliknya. Setelah sebelumnya para brand bisa beriklan lewat media berbentuk gambar, pesaing Instagram tersebut mencoba peruntungan dengan memperkenalkan konsep media periklanan dalam bentuk video.

Sistem Video ads Pinterest menawarkan layanan Promoted Video yang hanya bekerja untuk perangkat mobile. Layanan ini akan muncul dalam bentuk Cinematic Pin. Secara umum, Cinematic Pin merupakan sebuah konten gambar gerak (GIF) yang menampilkan sejumlah cuplikan dari iklan video yang telah kita buat.

Inilah faktor utama yang membedakan konsep periklanan video Pinterest dengan periklanan sejenis yang ditawarkan oleh Facebook maupun Twitter. Cinematic Pin menjadi faktor penting untuk dapat menarik minat pengguna sebelum nantinya menyaksikan video kita secara utuh.

Nantinya iklan tersebut bisa tampil dalam bentuk horizontal, vertikal maupun berbentuk persegi dengan durasi maksimal 5 menit. Pengiklan juga diberikan kesempatan untuk memilih 6 pins dari akunya yang dirasa mampu mendukung konten video sebagai media periklanan utama.

Terkait dengan fitur analisis yang ditawarkan, Pinterest membuat sistem yang memungkinkan pengiklan untuk memeriksa bagaimana kinerja iklan video yang telah dibuat. Di dalamnya akan ada data terkait dengan berapa kali iklan tersebut dilihat, berapa jumlah klik yang didapatkan, berapa jumlah klik untuk featured pin yang dipasang serta berapa persen dari jumlah pemirsa yang meneruskan untuk melihat video secara lengkap.

Dengan fitur baru ini dapat mempermudahkan dalam urusan marketing. Kenapa? Karena setidaknya ada tiga alasan mengapa harus melakukan marketing dengan konten video. Apa sajakah itu? Let’s read this!

1. Banyak orang memilih konten video

Fakta bahwa sepertiga dari aktivitas online yang ada saat ini adalah menonton video. Hal ini semakin nyata karena hampir seluruh situs jejaring sosial mulai mengutamakan konten dalam bentuk video. Belum lagi, nama besar YouTube yang bahkan telah mampu menjadi alternatif mesin pencari terbesar kedua setelah Google.

2. Membantu menentukan keputusan pembelian

Dari sebuah studi yang dilakukan mengungkap 90% dari pengguna yang melihat video ulasan tentang sebuah produk mengaku sangat terbantu untuk menentukan produk yang akan dibeli. Belum lagi, studi lain yang menyebut bahwa pengguna yang melihat video dari sebuah produk, memiliki kemungkinan 1,8 kali lebih besar untuk melakukan pembelian ketimbang mereka yang tidak melihat video.

3. Segmentasi target yang sesuai

Mampu memberikan target audiens yang sempurna sesuai dengan segmentasi produk. Seperti generasi millenial yang hidup serba digital.

Untuk masalah biaya, Pinterest menerapkan pembayaran untuk setiap 1000 tampilan dari konten GIF (gambar gerak) yang dipasang oleh pengiklan. Jadi meskipun tidak ada pengguna yang melihat video iklan, pengiklan tetap harus membayar sesuai dengan jumlah impresi. Sebuah situs online, AdAge menyatakan bahwa untuk menggunakan layanan Promoted Pins, pengiklan minimal membutuhkan biaya investasi sebesar $5000. Inilah alasan mengapa, Promoted Pins masih belum bisa dijangkau oleh bisnis berskala menengah ke bawah. Dan untuk menghindari pembengkakan biaya karena pengguna yang melihat konten GIF secara terus-menerus, akan ada pembatasan berapa kali setiap pengguna bisa melihat konten gambar gerak dari iklan kita.

Jika dibandingkan dengan Facebook maupun Twitter, maka budget yang harus dikeluarkan untuk advertising di Video Ads Pinterest akan lebih mahal. Karena Video Ads Pinterest ini lebih menjangkau untuk kalangan bisnis menengah ke atas. Sedangkan Facebook maupun Twitter sudah memiliki layanan workplace untuk bisnis yang menengah ke bawah yang low budget.

Meskipun begitu, fitur canggih ini pastinya akan memberikan keuntungan dalam marketing bisnis. Karena dengan itu akan membuat konten marketing tambah menarik. Dan juga mampu menggaet para customer lebih banyak. Nah sudah siapkah kalian mencoba fitur ini?

Categories
Brand Campaign Branding Digital Campaign Digital Marketing Marketing Strategy Social Media Technology

Langkah Membuat Video Marketing Campaign

idea@work - Langkah Membuat Video Marketing Campaign. #blogpost
Langkah Membuat Video Marketing Campaign

Menurut Online Publishers Association, 80 persen audiens dapat mengingat iklan video yang telah mereka lihat dalam 30 hari terakhir. Bagi banyak orang di dunia bisnis, ini adalah statistik yang kuat, terutama bila dikombinasikan dengan temuan ComScore bahwa 64 persen orang lebih cenderung untuk membeli produk atau layanan online setelah melihat video tentang hal itu. Ternyata video marketing campaign memang memiliki peran dalam meningkatkan user engagement, seperti yang telah kami bahas sebelumnya di sini. Jika tim marketing Anda sedang mempertimbangkan menambahkan video ke marketing campaign Anda, berikut adalah langkah untuk melakukannya secara efektif.

  1. Tentukan sasaran

Sebelum mulai syuting, pertimbangkan apa yang ingin dicapai dari campaign Anda. Apakah tujuannya untuk meningkatkan brand awareness melalui sebuah cerita? Atau apakah Anda berharap untuk meyakinkan konsumen untuk beralih ke produk atau layanan dengan testimonial?

Setelah menentukan tujuan atau sasarannya, Anda dapat menentukan cara terbaik untuk mencapainya. Jika, misalnya, videonya akan sangat kompleks, mungkin storyboard narasi dibutuhkan, dan menyewa sebuah perusahaan produksi video. Anggaran dan waktu juga dapat mempengaruhi sasaran campaign.

  1. Pilih media dan platform yang akan digunakan.

Dalam era digital, video dapat berarti banyak hal. Misalnya, live streaming pada platform media sosial, seperti Facebook atau film panjang yang lebih tradisional. Ada juga beberapa pilihan distribusi.

Iklan televisi tidak lagi satu-satunya pilihan perusahaan ketika memutuskan bagaimana untuk melepaskan konten video, seperti dilakukan oleh Dollar Shave Club. Video aslinya, yang diproduksi untuk sekitar $ 4.500, menjadi viral pada tahun 2012.

“One share doesn’t make a viral.”

Dengan pelacakan data yang tepat, Anda dapat menguji beberapa platform – Facebook, Instagram, Twitter, Vimeo, dan YouTube – untuk menentukan mana yang paling efektif untuk video campaign. Dalam kasus tertentu, Anda mungkin menemukan bahwa dua atau lebih platform bekerja sama dengan baik. Misalnya, jika Anda memiliki video berdurasi 10 menit, Anda bisa upload secara keseluruhan di situs Anda, upload sekitar 3 – 5 menit di YouTube dan 30 detik di Facebook dan Twitter.

  1. Tinjau aspek teknisnya.

Menggabungkan video ke dalam marketing campaign organisasi Anda memerlukan tingkat perawatan teknis. Aspek seperti resolusi, frame rate dan waktu memuat video dapat mempengaruhi keberhasilan campaign Anda, sehingga sangat penting untuk menguji video pada platform yang dipilih. Sebagai contoh, jika file video besar, mungkin memakan waktu terlalu lama untuk memuat pada perangkat mobile. Daripada menunggu, audiens pada platform seperti Vimeo dan YouTube akan meninggalkan video Anda sebelum mulai bermain.

Anda juga mungkin ingin melacak berapa banyak orang yang menemukan tawaran Anda sebagai hasil dari video campaign tersebut. Berapa banyak audiens yang menonton video sampai selesai? Dan jika mereka tidak, apa poin yang mereka tinggalkan?

Untuk perusahaan baru dan maupun yang telah berdiri, memperkaya marketing campaign dengan konten video dapat membantu Anda mencapai dan melibatkan audiens target Anda dengan lebih baik. Tertarik menerapkan cara-cara di atas untuk video marketing campaign Anda? Kami siap membantu Anda.