Categories
Inside The Agency

Selamat Hari Sumpah Pemuda 2020

Tak boleh terbelenggu oleh nasionalisme semu, sudah saatnya pemuda-pemudi Indonesia memberi nilai kebaikan bagi kemanusiaan universal melalui beragam inisiasi, inovasi, dan kreasi, dan menjadi bagian terbaik dari warga negara dunia.
.
Music by: The Brag Pack – Bangun Pemudi Pemuda

Categories
Copywriting Self Improvement

Belajar Menjadi Kreatif Dengan Prinsip ‘Wu Wei’

4 jam, 5 menit, 15 detik

Percaya atau tidak, ini adalah waktu yang saya butuhkan untuk membuat intro yang menarik untuk artikel ini. Selama 4 jam 5 menit dan 15 detik saya berkutat di depan laptop, mencari referensi, membuka Wikipedia, bahkan sampai melihat video wawancara di YouTube dari salah satu penulis junjungan saya — David Mamet — untuk mendapatkan inspirasi. Ironis memang, bagaimana bisa saya mengajak pembaca untuk menjadi kreatif kalau saya sendiri malah kesulitan untuk berpikir kreatif?

Tapi untungnya, berkat kejadian ini saya benar-benar bisa merasakan secara langsung topik yang akan dibahas: bagaimana belajar kreatif dengan prinsip Wu Wei. Saya mengalami sendiri bagaimana otak terasa ‘mati’ saat dipaksa untuk berpikir, dan bagaimana prinsip Wu Wei dapat menjadi solusinya, membuat kita menjadi lebih kreatif dan mampu membuat ide-ide yang dapat kita pakai untuk pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. Percayalah, belajar tentang prinsip Wu Wei benar-benar akan membuka mata kita!

Berlayar Dengan Angin

Prinsip Wu Wei sebenarnya tidak sengaja saya dengar saat mendengarkan video dari Alan Watts, salah satu filsuf yang sering saya dengar pelajaran-pelajarannya di Youtube. Saat saya mendengar penjelasan tentang Wu Wei, otak saya tiba-tiba langsung lancar dan bilang ‘Nah, ini dia yang selalu gua rasain kalau lagi mumet bikin konten!’

Wu Wei, adalah satu konsep yang berasal dari filosofis Daoisme yang secara literal berarti ‘tidak bergerak’ atau ‘tidak melakukan apapun’. Wu Wei sebenarnya adalah paradoks, karena menurut teks sentral dari Daosime yaitu Dao De Jing, Wu Wei berarti ‘aksi tanpa aksi’ atau ‘bertindak tanpa tindakan’. Sungguh membingungkan bukan? Bagaimana kita bisa bertindak tanpa melakukan tindakan apapun?

Dengan arti yang memiliki paradoks seperti ini, banyak orang kemudian menjadi salah kaprah dengan prinsip Wu Wei ini, dimana mereka beranggapan bahwa Wu Wei mengajarkan kita untuk menjadi malas, tidak bergerak, dan selalu menjadi pasif. Padahal menurut Alan Watts, prinsip Wu Wei justru bersifat sebaliknya.

Wu memiliki arti ‘tidak’ sedangkan Wei mempunyai beberapa arti seperti ‘aksi/gerak/ membuat/memaksa’. Dengan melihat konteks dari Wu Wei, Alan Watts menyimpulkan bahwa Wu Wei berarti ‘sebuah prinsip untuk tidak memaksakan’ dalam hal apapun yang kita lakukan dalam hidup. Ibarat kita sedang naik kapal laut, prinsip Wu Wei adalah ketika kita berlayar mengikuti arah angin untuk menuju satu tempat, bukan dengan mendayung sekuat tenaga melawan arus menuju tempat tersebut.

Secara metafora Wu Wei memang mengajak kita untuk menjadi seperti air yang sering dipandang lemah dan pasif tapi bisa meluluhkan apa yang kuat dan keras. Mengalir dengan persistensi yang lembut, alami dan tanpa ada paksaan. Tapi walaupun begitu, air yang lembut ini bahkan bisa mengikis batu yang paling keras sekalipun.

Lalu, apa hubungannya prinsip Wu Wei dengan belajar menjadi orang yang kreatif?

Kita bisa menerapkan prinsip Wu Wei ini untuk membentuk otot ide yang kita punya agar bisa konsisten berpikir secara kreatif tanpa harus dipaksakan. Contohnya adalah ketika saya berusaha dan berpikir keras memaksakan diri untuk mencari cara yang kreatif untuk menulis intro artikel ini. Saat saya memaksakan otak untuk berpikir kreatif, hasilnya malah mengecewakan. Saya malah menghabiskan begitu banyak waktu dan tenaga untuk tidak menghasilkan apa-apa. Menyebalkan sekali.

Rasanya sama persis saat kita melihat seorang aktor yang tidak pandai berakting, kita bisa melihat akting yang dia lakukan sehingga kita tidak bisa merasakan emosi dan karakter yang sedang diperankan. Tidak sampai emosinya, tidak sampai ‘jiwa’ dari aktingnya. Kita bisa tahu mana akting yang terasa menyatu dengan akting yang terlihat dipaksakan bukan?

Prinsip Wu Wei mengajarkan kita untuk berpikir kreatif dengan cara tidak memaksakan diri untuk berpikir kreatif, membiarkan otak mengalir apa adanya membawa kita pada ide yang kita cari. Pada saat kita bisa melihat sepercik ide, kita harus langsung bergerak dan mengembangkan ide tersebut menjadi produk kreatif yang kita butuhkan. Dengan begitu, otak akan bekerja dengan efisien tanpa mengeluarkan tenaga ekstra untuk menghasilkan yang sia-sia.

Saatnya Memancing Ide!

Ya, ya, ya, penjelasan di atas memang terdengar metafora dan mengawang-awang. Tapi percayalah, prinsip Wu Wei ini bisa kita aplikasikan secara nyata kok! Saya pernah melakukannya dan akan terus melakukannya, dengan mengingat 3 hal berikut ini:

1. Biarkan Mengalir Alami

  • Belajar dari pengalaman menulis artikel ini, memaksakan diri untuk berpikir kreatif hanya akan membuat kita menjadi tidak kreatif. Karena itu, biarkan otak mengalir apa adanya agar bisa mencari ide kreatif secara alami dan natural. 
  • Tapi bukan berarti kita hanya diam dan bengong sambil menunggu ide datang tiba-tiba ya. Kita bisa melebarkan dan melancarkan ‘aliran’ tersebut dengan pergi tempat dimana kita bisa berpikir dengan tenang yang minim dengan distraksi, atau tempat yang menurut kita bisa membuat otak menjadi lebih kreatif.
  • Kalau saya sendiri sih biasanya akan pergi ke luar ruangan sejenak dan menghirup udara segar untuk melancarkan ‘aliran’ kreatif ini. Rasanya otak jadi lebih plong dan ide kreatif akan lebih mudah datang. Tapi ya, tentu setiap orang punya caranya sendiri-sendiri bukan?

2. Pancing Idenya

  • Tidak hanya menunggu ide datang, kita juga bisa memancing ide untuk datang dengan beragam macam cara. Saya pribadi biasanya memancing ide dengan cara mendengarkan musik genre tertentu sambil menutup mata dan membayangkan ide kreatif yang saya inginkan. Ada lagi cara teman saya, dimana dia akan pergi ke luar ruangan sambil vaping dan melihat awan untuk mencari ide kreatif.
  • Intinya, kita bisa melakukan rutinitas apapun yang kita suka untuk dapat memancing ide keluar lebih cepat. Tapi ingat, jangan memaksa otak untuk berpikir kreatif ya!

3. Tetap Tenang

  • Saat dikejar deadline, tubuh dan otak akan otomatis merespon dengan memaksa kita berpikir dengan keras. Tapi disaat seperti ini yang harus kita lakukan bukanlah memaksa otak bekerja dengan lebih keras, tapi justru kebalikannya. Kita harus membuat otak dan tubuh tenang terlebih dulu agar bisa mendapatkan ide kreatif yang kita butuhkan.
  • Ibarat kolam, kita hanya bisa melihat bebatuan yang ada di dasar kolam jika air kolam tersebut jernih. Jika kita mengaduk-aduk air kolam dan membuat airnya kotor, tentu kita tidak bisa melihat dasar kolam tersebut bukan? Sama seperti otak kita, jika kita tidak dalam keadaan yang tenang dan damai mustahil kita bisa mendapatkan satu ide yang kreatif dan bisa digunakan.

Dengan mempraktikan 3 hal di atas, saya percaya kalau kita bisa menjadi lebih kreatif dengan menggunakan prinsip Wu Wei. Tapi tentu saja, hasil yang didapat tidak akan terlihat dalam satu malam. Perlu proses latihan yang rutin agar kita bisa berpikir kreatif dan menghasilkan ide-ide brilian dengan prinsip Wu Wei ini. Saya sih sangat bersemangat untuk terus melatih diri menggunakan prinsip Wu Wei agar bisa menjadi lebih kreatif, bagaimana dengan kamu?

Penulis: Ben Aryandiaz Herawan