Categories
Digital Marketing Facebook Social Media

Tips Beriklan di Facebook (Bagian 1)

Para pengguna Facebook pasti sudah tidak asing dengan banyaknya iklan yang bermunculan di halaman mereka. Facebook merupakan media sosial terbesar yang paling banyak pengguna aktifnya. Sejak rilis 4 Februari 2004, Facebook masih bertahan hingga detik ini. Itu salah satu alasan kenapa Facebook jadi tempat beriklan yang paling efektif.

Facebook memang menyediakan tempat untuk beriklan berbayar, lazim disebut Ads Manager. Menggunakan fitur tersebut memang mudah, tapi ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui agar iklan yang dipasang bisa tepat untuk target market Anda. Ada rumusan khusus yang perlu Anda rancang sendiri untuk mendapatkan audiens yang cocok dengan iklan Anda.
Agar tidak gagal dalam beriklan dengan menggunakan Ads Manager ini, mari kita bahas beberapa poin penting yang perlu di perhatikan.

1. Menargetkan Audiens

Bagian paling penting dari beriklan adalah target audiens Anda. Walaupun Anda memiliki konten iklan terbaik di dunia, jika targetnya salah, maka itu akan percuma. Iklan tersebut tidak akan memberikan impact apapun untuk Anda.

Masih banyak orang yang salah membuat target audiens. Mungkin terlalu sempit atau terlalu luas lingkupnya, atau bahkan iklan tidak relevan dengan audiens. Contoh; Anda memiliki produk pisau dapur. Anda sudah menyiapkan foto dan teks iklan terbaik untuk mempromosikan pisau tersebut. Lalu Anda menyaring audiens dengan ketentuan laki-laki usia 20-25 tahun dan hobi berolahraga. Itu sudah jelas salah total. Bukan iklannya yang salah, tapi penargetannya.

2. Lingkup Target Audiens

Ketika Anda membuat penyaringan untuk audiens, jangan terlalu sempit, tapi juga tidak terlalu luas. Jika terlalu sempit, itu jelas karena Anda terlalu banyak menerapkan opsi penyaringan. Maka iklan Anda tidak akan berjalan. Sebaliknya, jika opsi penyaringan terlalu banyak, lingkupnya akan menjadi luas. Tentu saja iklan akan berjalan, namun akan menghabiskan biaya yang lebih besar juga tapi tidak sebanding dengan dampak yang diberikan untuk Anda. Itu jelas tidak efektif.

3. Relevansi Iklan dengan Audiens

Seperti yang sudah dibahas pada poin pertama, iklan yang Anda pasang harus relevan dengan audiens. Pada Ads Manager, terdapat Relevance Score. Relevance Score adalah metrik yang menunjukkan seberapa menarik iklan yang akan Anda pasang bagi audiens yang sudah ditetapkan. Perhitungannya berdasarkan umpan balik positif dan negatif yang diterima iklan tersebut dari audiensnya.

Semakin tinggi interaksi positif yang diterima, maka semakin tinggi juga skor yang didapatkan, begitu juga sebaliknya. Skornya berkisar dari 1 hingga 10. Relevansi ini juga berkaitan dengan biaya iklan. Apabila skornya rendah, maka biayanya akan naik.

4. Korelasi Landing Page dengan Iklan

Saat iklan Anda sudah tayang, jika audiens mengklik iklan tersebut maka akan di arahkan pada ke halaman yang dibuat untuk menyelesaikan tujuan konversi. Halaman ini dikenal dengan istilah Landing Page (informasi lengkap bisa Anda baca di artikel Landing Page Jurus Jitu Meningkatkan Konversi Bisnis) ini sama pentingnya dengan iklan di Facebook.

Misalnya, audiens Anda tertarik dengan iklan Anda yang mereka lihat. Lalu mereka mengklik iklannya. Sayangnya, ketika sampai di Landing Page, mereka tidak menemukan tawaran yang Anda sebutkan di iklan. Merasa kecewa, mereka akan menutup halaman tersebut tanpa menyelesaikan tujuan konversi yang sudah Anda buat.

Kesimpulannya, Anda harus menargetkan audiens dengan tepat dan menyiapkan halaman lanjutan yang sesuai dengan iklan. Relevansi antara konten dan target harus tepat guna. Adakah tips lain yang sudah Anda terapkan? Jika tidak, jangan ragu berbagi untuk memaksimalkan iklan bisnis Anda dengan kami.

Referensi:
https://www.bitcatcha.com/blog/2016/13-facebook-advertising-tricks-help-ecommerce-owners-drive-sales/
https://www.adstriangle.com/top-10-reasons-why-your-facebook-campaigns-are-failing/
https://blog.hootsuite.com/social-media-advertising/

Categories
Digital Marketing Marketing Strategy Social Media

Konten Video Ads Pinterest Sebagai Strategi Marketing Bisnis

Pada akhir 2016, platform media sosial Pinterest mengeluarkan fitur terbaru terkait dengan layanan periklanan miliknya. Setelah sebelumnya para brand bisa beriklan lewat media berbentuk gambar, pesaing Instagram tersebut mencoba peruntungan dengan memperkenalkan konsep media periklanan dalam bentuk video.

Sistem Video ads Pinterest menawarkan layanan Promoted Video yang hanya bekerja untuk perangkat mobile. Layanan ini akan muncul dalam bentuk Cinematic Pin. Secara umum, Cinematic Pin merupakan sebuah konten gambar gerak (GIF) yang menampilkan sejumlah cuplikan dari iklan video yang telah kita buat.

Inilah faktor utama yang membedakan konsep periklanan video Pinterest dengan periklanan sejenis yang ditawarkan oleh Facebook maupun Twitter. Cinematic Pin menjadi faktor penting untuk dapat menarik minat pengguna sebelum nantinya menyaksikan video kita secara utuh.

Nantinya iklan tersebut bisa tampil dalam bentuk horizontal, vertikal maupun berbentuk persegi dengan durasi maksimal 5 menit. Pengiklan juga diberikan kesempatan untuk memilih 6 pins dari akunya yang dirasa mampu mendukung konten video sebagai media periklanan utama.

Terkait dengan fitur analisis yang ditawarkan, Pinterest membuat sistem yang memungkinkan pengiklan untuk memeriksa bagaimana kinerja iklan video yang telah dibuat. Di dalamnya akan ada data terkait dengan berapa kali iklan tersebut dilihat, berapa jumlah klik yang didapatkan, berapa jumlah klik untuk featured pin yang dipasang serta berapa persen dari jumlah pemirsa yang meneruskan untuk melihat video secara lengkap.

Dengan fitur baru ini dapat mempermudahkan dalam urusan marketing. Kenapa? Karena setidaknya ada tiga alasan mengapa harus melakukan marketing dengan konten video. Apa sajakah itu? Let’s read this!

1. Banyak orang memilih konten video

Fakta bahwa sepertiga dari aktivitas online yang ada saat ini adalah menonton video. Hal ini semakin nyata karena hampir seluruh situs jejaring sosial mulai mengutamakan konten dalam bentuk video. Belum lagi, nama besar YouTube yang bahkan telah mampu menjadi alternatif mesin pencari terbesar kedua setelah Google.

2. Membantu menentukan keputusan pembelian

Dari sebuah studi yang dilakukan mengungkap 90% dari pengguna yang melihat video ulasan tentang sebuah produk mengaku sangat terbantu untuk menentukan produk yang akan dibeli. Belum lagi, studi lain yang menyebut bahwa pengguna yang melihat video dari sebuah produk, memiliki kemungkinan 1,8 kali lebih besar untuk melakukan pembelian ketimbang mereka yang tidak melihat video.

3. Segmentasi target yang sesuai

Mampu memberikan target audiens yang sempurna sesuai dengan segmentasi produk. Seperti generasi millenial yang hidup serba digital.

Untuk masalah biaya, Pinterest menerapkan pembayaran untuk setiap 1000 tampilan dari konten GIF (gambar gerak) yang dipasang oleh pengiklan. Jadi meskipun tidak ada pengguna yang melihat video iklan, pengiklan tetap harus membayar sesuai dengan jumlah impresi. Sebuah situs online, AdAge menyatakan bahwa untuk menggunakan layanan Promoted Pins, pengiklan minimal membutuhkan biaya investasi sebesar $5000. Inilah alasan mengapa, Promoted Pins masih belum bisa dijangkau oleh bisnis berskala menengah ke bawah. Dan untuk menghindari pembengkakan biaya karena pengguna yang melihat konten GIF secara terus-menerus, akan ada pembatasan berapa kali setiap pengguna bisa melihat konten gambar gerak dari iklan kita.

Jika dibandingkan dengan Facebook maupun Twitter, maka budget yang harus dikeluarkan untuk advertising di Video Ads Pinterest akan lebih mahal. Karena Video Ads Pinterest ini lebih menjangkau untuk kalangan bisnis menengah ke atas. Sedangkan Facebook maupun Twitter sudah memiliki layanan workplace untuk bisnis yang menengah ke bawah yang low budget.

Meskipun begitu, fitur canggih ini pastinya akan memberikan keuntungan dalam marketing bisnis. Karena dengan itu akan membuat konten marketing tambah menarik. Dan juga mampu menggaet para customer lebih banyak. Nah sudah siapkah kalian mencoba fitur ini?

Categories
Digital Marketing Marketing Strategy Social Media

Apakah Efektif Memasang Iklan di Path?

Path merupakan sebuah media sosial asal Amerika Serikat yang begitu populer di Indonesia, meski tidak begitu dikenal di negara asalnya. Diluncurkan sejak tahun 2010, pada akhir tahun 2016 kemarin jumlah pengguna aktif mereka di tanah air telah mencapai lebih dari 10 juta orang. Dengan mayoritas dari pengguna tersebut adalah perempuan dengan usia 20 tahun ke atas.

Media sosial yang membatasi jumlah penggunanya untuk 500 orang teman (dulu hanya 150 orang) untuk menjaga keintiman dalam berbagi pengalaman atau momen para pengguna, sudah sejak beberapa tahun yang lalu bekerja sama dengan Nike untuk para pelari. Saat itu, mereka menetapkan bahwa: jaringan akan tetap tertutup bagi pada pengiklan.

Hampir setiap bulannya, Path mencatat 87 juta post, 900 juta pengiriman emoticon, serta 60 juta kali aktivitas check in terjadi di aplikasi mereka. Hal ini pun membuat Path menjadi salah satu alternatif beriklan yang cukup potensial, bila dibandingkan dengan media sosial lain seperti Instagram dan Facebook.

Sekarang ini, para pengguna Path akan menemukan iklan yang di sisipkan. Tampilan iklan ini akan mirip dengan foto atau konten yang diunggah oleh pengguna lainnya. Hanya saja ada label dari sponsornya dan jika di klik akan mengarahkan Anda ke halaman website lain.

Jika beriklan di path, Anda akan mendapatkan beberapa keunggulan. Apa saja?

1. Gambar atau video iklan tidak membutuhkan pemotongan durasi atau menurunkan kualitasnya.
Anda bisa mengiklankan tentang produk atau jasa Anda dengan sejelas-jelasnya. Jika berbicara tentang kekurangan yang terdapat pada batasan berbagi yang harus ada persetujuan dari orang yang memiliki akun, maka hal tersebut dapat diatasi dengan cara menghubungkannya dengan beberapa media sosial yang anda miliki. Seperti Facebook, Twitter, Instagram, Tumblr, dan lain sebagainya.

2. Keunggulan lainnya tentu saja ‘mobile’.
Path adalah aplikasi yang di desain untuk smartphone. Target pasar tidak perlu membuka computer mereka untuk melihat iklan dengan lengkap dan jelas. Mari coba bandingkan dengan Instagram yang hanya berdurasi maksimal 1 menit, atau Twitter yang terlalu sulit untuk membagikan video dengan ukuran yang besar. Path memberikan hal itu untuk Anda.

3. Cukup efektif dan menjanjikan.
Apalagi untuk mengjangkau pasar tanah air. Karena seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, pengguna Path di Indonesia itu banyak sekali. Dan rata-rata mereka membuka aplikasi ini 12 kali dalam sehari. Bahkan, setiap minggunya pengguna aktif Path bertambah hingga 1 juta orang. Selain itu, Path bisa menentukan target pasar berdasarkan momen yang sering di update oleh para penggunanya.

Untuk menghadirkan iklan tersebut, Path ternyata telah menggandeng salah satu start up periklanan dari tanah air, yaitu AdPlus. Dikutip dari Tech in Asia Indonesia, “AdPlus menyatakan kalau mereka telah menjalin kerja sama eksklusif dengan Path sejak tanggal 1 Desember 2016 lalu. Sejak saat itu, AdPlus mendapat izin untuk menjual inventori iklan di Path kepada para perusahaan yang berminat memasang iklan.”

Iklan yang saat ini muncul di Indonesia merupakan bentuk kerja sama antara perusahaan dengan organisasi-organisasi non pemerintah. Dikutip dari Tribun Techno, “sejak September ini, kami memang bekerja sama dengan beberapa organisasi non pemerintah dan institusi yang menangani corporate social responsibility (CSR),” Menurutnya, ini merupakan langkah awal untuk mereka bisa mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi banyak orang.

Sementara ini, masih belum bisa dipastikan, apakah fitur iklan ini muncul di seluruh pengguna Path di Indonesia atau hanya ditampilkan pada beberapa pengguna tertentu saja. Tertarik mencoba beriklan di Path? Selamat mencoba!

 

Categories
Brand Campaign Digital Campaign Digital Marketing Marketing Strategy Social Media

Influencer Marketing Untuk Bisnismu, Mengapa Tidak?

Sosial media telah membuat pola pikir dan keputusan konsumen untuk membeli sebuah produk dan jasa sedikit bergeser. Di masa lalu, konsumen lebih memilih sebuah produk berdasarkan nama besar perusahaan atau sebuah brand. Pergeseran ini yang membuat sebuah perusahaan atau brand perlu mengubah pendekatan mereka untuk mendapatkan perhatian calon konsumen.

Idea@work – Influencer Marketing Untuk Bisnismu, Mengapa Tidak? #blogspot
Influencer Marketing Untuk Bisnismu, Mengapa Tidak?

Bisnis sekarang memiliki pilihan baru, pilihan yang lebih otentik dan dapat dipercaya dalam benak calon pelanggan. Salah satu strategi pemasaran terbaik adalah bekerja sama dengan orang-orang berpengaruh (influencer) yang memiliki pengikut, dan pengaruh yang besar dimedia sosial. Influencer marketing adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan kekuatan orang-orang berpengaruh untuk meningkatkan brand awareness, loyalitas konsumen, product awareness, serta meningkatkan penjualan.

Untuk memanfaatkan influencer marketing dalam bisnismu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan harus kamu ketahui sebelumnya. Apa saja itu? Simak ya!

1. Influencer yang tepat
Influencer yang tepat adalah seseorang yang mampu membicarakan produk secara efektif, dipercaya oleh audiens, dan memiliki kepribadian yang relevan dengan produk atau jasa yang dipromosikan. Tidak semua influencer cocok untuk semua brand. Influencer dengan latar belakang geografi dan demografi audiensnya juga penting, karena itu menentukan interest dan passion dari audiensnya.

2. Beda konten, beda pula Influencernya
Mengetahui jenis konten seperti apa yang akan dikonversikan kepenjualan adalah bagian penting dari influencer marketing. Konsumen kita tentu bervariasi bukan? Menggunakan sekelompok influencer yang dapat berhubungan dengan audiens yang berbeda dengan cara yang meaningful tentu menjadi lebih efektif daripada hanya memilih satu atau dua influencer yang berpengikut besar.

3. Libatkan para konsumen
Semua orang (termasuk audiens kita sendiri) suka jika mereka merupakan bagian dari sebuah brand. Dan, konsumen lebih mungkin untuk berbagi konten yang pribadi. Libatkan konsumen dengan memberikan mereka kesempatan berpartisipasi dalam sebuah kampanye brand-mu.

4.Cobalah menjadi yang tak terduga.
Terkadang marketer harus mampu bereksperimental. Eksperimen yang bisa dilakukan adalah menggunakan influencer untuk brand adalah orang atau sosok yang berlawanan dari ekspektasi dari pada audiens. Poinnya adalah bagaimana membuat audiensmu mempersepsikan brand tersebut.

Perlu diketahui, influencer marketing adalah sebuah dunia yang liar. Standar untuk seleksi influencer pun menjadi sangat penting. Karenanya, tak salah jika menggunakan jasa digital agency untuk berkonsultasi mendalam mengenai influencer marketing dan penerapannya dalam bisnismu.

Categories
Activation Brand Campaign Branding Copywriting Digital Campaign Digital Marketing Idea Lab Marketing Strategy Social Media Technology

Pentingnya Visual Demi Melengkapi Content

Idea@work – Pentingnya Visual Demi Melengkapi Content. #blogspot
Pentingnya Visual Demi Melengkapi Content

Visual Marketing (Pemasaran Visual) adalah cara suatu brand mengkomunikasikan produknya dalam bentuk gambar, video atau media visual marketing adalah salah satu langkah terkini untuk merangkul konsumen. Visual marketing memadukan gambar dan tulisan dalam satu media untuk mendekatkan produk kita kepada konsumen, sekaligus memengaruhi audiens untuk meningkatkan curiousity (rasa ingin tahu) terhadap produk tersebut. Karena pada dasarnya, manusia akan lebih mudah menangkap informasi melalui bentuk visual.

Melalui konten, kita mungkin akan memberikan insiprasi, menarik, atau menghibur. Apa pun yang kita lakukan, pada dasarnya kita sedang memberikan informasi. Tentunya, kita ingin audiens memahami setiap informasi yang dibagikan. Kita ingin memengaruhi keputusan mereka. Namun, konten yang menarik pada tingkat visual dan menyajikan informasi dalam format yang lebih menarik selain teks jauh lebih dibutuhkan dibanding hanya tampilan lucu dan keren saja.
Nah, ada beberapa tipe image yang bisa kita gunakan dalam visual marketing. Penggunaan tipe image yang tepat akan memudahkan pendekatan produk terhadap audiens. Inilah beberapa tips dan tipe menjalankan visual marketing yang bisa kamu terapkan:

1. Gabungkan Image dan Teks
Iklan gambar dan tulisan harus menjadi satu kesatuan pada image yang ditampilkan. Karena dalam image, setiap orang bisa mengartikan berbeda-beda. Namun jika dalam image tersebut ditambahkan teks yang menjelaskan arti dari image, maka persepsi bisa diarahkan.

Idea@work – Pentingnya Visual Demi Melengkapi Content. #blogspot
Pentingnya Visual Demi Melengkapi Content

2. Meme
Meme itu sebenarnya bukan joke. Ia hanya penyampaian ide yang menyebar dari satu orang ke orang lain yang kemudian terbentuk opini umum. Meme sebagian besar memang berupa guyonan, namun tidak menutup kemungkinan juga berupa frase kalimat, konsep hingga kreativitas tentang produk kamu.

Idea@work – Pentingnya Visual Demi Melengkapi Content. #blogspot
Pentingnya Visual Demi Melengkapi Content

3. Infografik
Ini adalah yang paling ampuh dan dapat dipastikan orang akan tertarik. Kamu dapat membuat infografik untuk mempromosikan bisnis kamu. Kenapa menarik? Karena orang akan lebih tertarik melihat gambar yang berisi statistik dan itu adalah data yang valid.

Idea@work – Pentingnya Visual Demi Melengkapi Content. #blogspot
Pentingnya Visual Demi Melengkapi Content

Marketing visual adalah hal penting jika kamu ingin menembus reaksi dari target, atau tumbuhnya brand awareness. Tampilan gambar bermakna atau konten visual adalah media yang paling efektif untuk menyita perhatian audiens terhadap sebuah brand. Penting bagaimana pilihan cara pemasaran kamu untuk upaya pemasaran lebih menguat, bagaimana kamu ingin sebuah visual mewakili brand kamu, dan mulai menciptakan gambar yang menakjubkan untuk audiens kamu.

“Content is evolving. No longer are white papers the secret to inbound marketing success, visual is becoming the norm.” – Marketo