Categories
Activation Digital Campaign Digital Marketing Marketing Strategy Social Media

Promosi Bisnis Menggunakan TikTok

TikTok telah menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh. Seperti yang kita ketahui bahwa Gen-Z berduyun-duyun menggunakan TikTok.

Sementara Gen-Z mulai menggunakan TikTok untuk menunjukkan sisi kreatif mereka, kita sebagai brand juga bisa mulai menggunakan TikTok untuk menarik perhatian mereka.

Categories
Brand Campaign Branding Digital Campaign Instagram Social Media Website

Menghitung Pengaruh Influencer dalam Influencer Marketing

Influencer marketing adalah sebuah bentuk strategi marketing yang menempatkan fokus pada orang-orang yang dipandang memiliki pengaruh. Konten yang digunakan dalam influencer marketing dapat dikemas dalam bentuk testimonial advertising di mana influencer berperan sebagai pembeli potensial atau sebagai pihak ketiga.

Industri Influencer diperkirakan bernilai puluhan milyar dolar dan digunakan oleh 84% marketers, serta diproyeksikan semakin berkembang di masa depan. Hanya saja, industri ini tidak memiliki seperangkat standar dan praktik untuk menghilangkan kekhawatiran marketers. Kekhawatiran marketers paling umum dalam hal ini adalah brand safety. Skandal-skandal seperti propaganda politik, fake news, dan juga skandal lain yang melibatkan kreator tingkat atas membuktikan kegagalan platform seperti YouTube dan Facebook dalam menciptakan regulasi yang mampu menjamin brand safety.

Selain permasalahan brand safety, pengukuran kesuksesan sebuah campaign dengan influencer juga sulit untuk dijustifikasi. Membuktikan ROI untuk menjustifikasi budget yang dikeluarkan untuk influencer menjadi tantangan yang dihadapi marketers. Cara-cara kreatif dan menarik pun dilakukan untuk mengawasi dan mengukur pengaruh nyata dari sebuah kampanye menggunakan influencer.

Dalam pengukuran kesuksesan, hal paling utama yang perlu diperhatikan adalah goals yang ingin dicapai. Memilih influencer hanya untuk mengikuti tren tanpa mempertimbangkan pendekatan data tidak akan mendatangkan hasil yang maksimal. Goals yang dituju pun harus spesifik dan bisa diukur. Influencer dapat digunakan dalam setiap fase dalam keputusan pembelian. Oleh karena itu, goals dan pengukuran perlu ditentukan dengan berbeda untuk setiap fase pembelian yang ingin dituju. Contohnya, apabila marketers ingin meningkatkan brand awareness, maka analisa engagement dari sebuah campaign akan menjadi pengukuran yang paling efektif. Beberapa cara lain untuk mengukur kesuksesan influencer dapat dilihat di bawah ini.

1. Kode Promo untuk Sales Tracking

Membuat kode promo spesifik untuk influencer akan memudahkan proses melacak sumber pembelian yang dilakukan oleh customer. Dengan mengetahui jumlah pembelian yang terjadi karena influencer atau campaign tertentu, brand akan lebih mudah untuk menghitung ROI dan membandingkannya dengan insiatif campaign lainnya. Kegiatan membandingkan penjualan yang terjadi akibat influencer dan akibat program marketing lain akan menguntungkan brand dalam melakukan benchmark indikator kesuksesan sebuah kampanye untuk keputusan bisnis di masa depan.

2. Social Engagement untuk mengukur efektifitas konten

Social engagement adalah angka yang menunjukan jumlah like, comment, atau share dari sebuah konten. Angka ini digunakan karena mampu menunjukkan seberapa suka audiens terhadap sebuah konten sehingga bersedia membagikan sebuah konten tanpa memikirkan reputasi mereka.

Social Engagement metrics yang diukur akan berbeda untuk setiap platform yang digunakan. Pengukuran perlu dilakukan secara spesifik untuk masing-masing post untuk melihat jenis konten seperti apa yang efektif. Analisa dengan membandingkan pencapaian konten sponsor yang diberikan brand terhadap konten pribadi influencer yang bukan merupakan sponsor juga penting untuk menjadi benchmark dan indikator dari performa campaign.

Pengukuran lain yang bisa dilakukan dengan angka engagement adalah menghitung biaya yang dikeluarkan untuk setiap jenis engagement (Cost per Engagement). Angka ini akan menunjukkan apakah budget yang dikeluarkan untuk influencer dapat dijustifikasi untuk pencapaian yang didapatkan.

3. Mentions dan Hashtag Frequency untuk mendapatkan Media Space

Menilai bagaimana influencer mampu ‘memancing’ percakapan di antara customers, marketer bisa menggunakan social media listening tools. Dengan menyelam ke dalam percakapan yang terjadi di antara customers, marketers dapat melihat seberapa sering nama brand tersebut muncul. Analisis lebih jauh dapat dilakukan dengan analisis sentiment yang melihat kata-kata dan topik apa yang sering dibicarakan orang-orang saat membahas sebuah brand.

Selain melihat seberapa sering sebuah brand muncul dalam sebuah percakapan, penggunaan hashtag yang unik juga salah satu cara yang baik untuk mengukur kesuksesan sebuah campaign. Hashtag akan memudahkan marketers untuk mengawasi daya tarik dari sebuah postingan untuk menimbulkan percakapan di antara audiens.

4. UTM Parameters untuk mengawasi conversion ke situs yang diinginkan

Urchin Tracking Module (UTM) parameters adalah parameter URL yang diperkenalkan oleh Google Analytics. UTM parameter mengidentifikasi campaign tertentu yang mengarahkan traffic ke sebuah website tertentu. Dengan menggunakan UTM, brand dapat melihat apakah seorang influencer mampu mengarahkan audiensnya ke website yang diinginkan.

UTM parameter menjadi sangat efektif apabila sebuah brand menggunakan lebih dari satu influncer. Dengan memberikan link yang berbeda dengan tag tertentu ke masing-masing influncer, marketers akan lebih mudah untuk melihat performa dari masing-masing influencer.

Influencer marketing bisa jadi peluang yang dapat digunakan sebagai strategi marketing baru. Walaupun demikian, sebuah perencanaan matang dan pengukuran yang akurat tetap penting dilakukan agar performa dari masing-masing campaign dapat tetap diawasi dan diukur untuk perencanaan marketing di masa depan.

Referensi:
https://www.socialmediatoday.com/news/5-ways-to-ramp-up-your-influencer-marketing-strategy/525982/
https://www.socialbakers.com/blog/5-ways-to-measure-your-influencer-marketing
https://www.wsj.com/articles/unilever-demands-influencer-marketing-business-clean-up-its-act-1529272861?mod=djemCMOToday
https://www.forbes.com/sites/forbesagencycouncil/2018/02/21/the-missing-link-of-influencer-marketing/#3dddffff6e34

Categories
Activation Branding Copywriting Digital Campaign Digital Marketing Instagram Marketing Strategy Public Relation Social Media Technology

Instagram Stories yang Terus Meroket

Menurut We Are Social, masyarakat Indonesia menghabiskan waktu bersosial media sebanyak 3 jam dan 23 menit dalam 1 hari. Dari durasi selama itu, Instagram menduduki posisi keempat setelah Youtube, Facebook, dan WhatsApp sebagai sosial media yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia (Hootsuite 2017).

Instagram memiliki pengguna aktif sebanyak tiga ratus juta jiwa, dimana 60% dari pengguna aktif tersebut juga aktif di Instagram Stories, yakni fitur untuk berbagi cerita melalui foto dan video yang keluar sejak Agustus 2016 dan langsung menyaingi kepopuleran Snapchat, sang pionir untuk fitur stories. Dalam waktu 25 minggu di awal peluncurannya, Instagram Stories telah mencapai 150 juta dan terus meningkat penggunanya setiap hari.  Jumlah itu sama dengan jumlah pengguna Snapchat pada Juni 2016 semenjak melonjak dari 110 juta pengguna sejak Desember 2015.

Mengapa Instagram Stories bisa lebih populer dan digunakan lebih banyak orang dibanding Snapchat? Berikut beberapa alasan yang kami rangkum:

 

Update Fitur Yang Selalu Inovatif

Instagram Stories melakukan update fitur secara rutin sehingga untuk memenuhi dan mempermudah kebutuhan penggunanya dalam berbagi stories. Pada awal launching di akhir tahun 2016, Instagram Stories baru memiliki fitur sticker dan drawing tools. Lalu berkembang dengan adanya boomerang, mention, see more, dan lain-lain. Pada tahun 2017, terdapat fitur Stories Archieve dan Stories Highlights, sehingga stories  dapat dilihat di profile pengguna dan tidak akan hilang dalam durasi 24 jam.

Dan pada tahun 2018 ini, Instagram Stories kembali memberikan update fitur  yang sangat membantu untuk Business Profile, seperti:

1. Inbox Simplification

Sebagai bisnis yang umumnya menerima banyak rentetan pesan, membalas secara cepat dan efisien menjadi pekerjaan cukup sulit untuk dilakukan. Dengan update terbaru, pesan akan langsung masuk ke Direct Inbox, dan pengguna juga bisa menggunakan fitur bintang dan filter untuk pesan tertentu sehingga bisa lebih efisien.

2. Sliding Emoji Scale dan Polling

Pengguna Business Profile dapat melakukan kuisioner dengan hasil real time melalui sliding emoji scale dan polling. Hal ini juga berguna dalam meningkatkan engagement audience.

Berhasil Menyalip Snapchat di (hampir) Segala Hal

Meskipun mungkin Snapchat memberi inspirasi awal terhadap munculnya Instagram Stories, namun tidak dapat dipungkiri saat ini Instagram Stories telah berhasil melepaskan diri dari bayang-bayang Snapchat dengan segala perkembangan fitur dan fungsionalitasnya. Malah, data terakhir menunjukan jumlah pengguna Instagram mengalami peningkatan yang sehat akibat dari tumbuh berkembangnya Instagram Stories, hingga berhasil mengambil posisi yang lebih baik daripada Snapchat. Berikut adalah metrik pembandingnya:

Berdasar kondisi inilah, saat ini beberapa brand besar memilih untuk menggunakan Instagram Stories daripada Snapchat dalam aktivitas promosi mereka. Berikut beberapa studi kasusnya:

1. Maybelline New York

Memperkenalkan produk terbarunya, Mascara Big Shot, melalui influencers  Shaya Mitchell dan Manny Gutierez di Instagram Stories. Hal ini lebih menarik engagement dibanding hanya menampilkan produk mascara begitu saja pada feed Instagram.

2. E! News

Menampilkan headlines berita untuk menarik audience dan menggunakan fitur swipe up untuk artikel lengkapnya.

3. Airbnb

Airbnb memanfaatkan foto destinasi perjalanan dalam bentuk kuis interaktif untuk komunitasnya di Instagram.

 

Jadi, kapan akan memulai menggunakan fitur-fitur di Instagram Stories ini? Jangan ragu untuk menghubungi jika Anda membutuhkan ide mengenai cara membuat stories yang mengagumkan dan impactful untuk brand dan bisnis Anda.

 

Sumber:

https://wearesocial.com/blog/2018/01/global-digital-report-2018
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/02/01/media-sosial-apa-yang-paling-sering-digunakan-masyarakat-indonesia
http://marketeers.com/instagram-stories-merenggut-snapchat/
https://digitalmarketer.id/social-media/updatean-terbaru-social-media-instagram-meluncurkan-instagram-stories/
https://socialmediaweek.org/jakarta/2016/11/18/3-fitur-baru-dari-instagram-stories-boomerang-mentions-dan-link-see/
https://adespresso.com/blog/instagram-updates-you-need-to-make/
https://maximizesocialbusiness.com/5-instagram-stories-ads-examples-learn-27291/
https://www.falcon.io/insights-hub/topics/social-media-strategy/5-examples-brands-instagram-stories/#/GEN
https://sproutsocial.com/insights/instagram-story-ads/
https://digitalmarketer.id/social-media/perbedaan-snapchat-dan-instagram-mana-yang-lebih-pas-untuk-bisnis-anda/

Categories
Branding Digital Campaign Digital Marketing Marketing Strategy

Cerdas Mengenali Target Audiens

Untuk membangun bisnis yang sukses, baik dalam pemasaran digital ataupun konvensional, adalah tugas utama sebagai marketer untuk mengetahui target audiens dengan lebih dalam, terperinci, dan spesifik, sehingga pelaksanaan pemasaran dapat berjalan tepat sasaran.

Ada hal-hal yang harus kita ketahui dalam menyesuaikan strategi marketing yang akan kita buat, seperti: siapa target audiens kita, apa kebiasaannya, konten seperti apa yang mereka minati, channel apa saja yang mereka gunakan setiap harinya, dan lain lain.

Tanpa mengenali siapa target audiens yang akan kita sasar, sulit untuk kita bisa membuat konten marketing yang menarik bagi mereka dan mengubah audiens menjadi konsumen. Saat ini permintaan dari dari para calon konsumen sudah sangat spesifik dan personal, sehingga membuat ikatan antara brand dan user adalah hal yang penting.

Sederhananya, terdapat tiga tahapan konsumen dalam melakukan pembelian, yaitu:

1. Tahap awal (Melihat)

Di tahap ini calon konsumen akan mempelajari brand Anda, maka penting bagi seorang marketer memikirkan strategi marketing apa yang akan digunakan demi meningkatkan brand awareness. Konten marketing akan menjadi strategi utama pada setiap tahapan, dalam tahap awal, ada baiknya konten yang digunakan merujuk kepada pengenalan brand, buat konten informatif dan semenarik mungkin agar mendapat perhatian para audiens. Jangan memusingkan masalah interaksi, buat jangkauan seluas mungkin agar brand kita dapat dikenal. Like, share, comment, dan pertambahan jumlah followers adalah tolak ukur yang perlu dituju dalam tahap awal.

2. Tahap dua (mempertimbangkan)

Ketika seseorang ingin membeli produk, ada beberapa pertimbangan yang mereka pikirkan. Kebutuhan dalam membeli produk bisa saja muncul ketika tidak sedang dalam keadaan darurat, sehingga keadaan seperti itulah yang membuat mereka sedang memilih brand apa yang akan mereka pilih untuk dibeli.

Pada tahap seperti ini, seorang marketer harus jeli dalam membuat strategi konten marketing agar dapat menunjukkan value dari brand yang ditawarkan. Buat ketertarikan dari para calon pembeli dengan menjelaskan keuntungan yang mereka dapat jika membeli produk/jasa dari brand Anda.  Menjalin hubungan yang nyaman dengan para calon pembeli juga hal yang penting dalam tahap ini, meski mereka belum menjadi pembeli, jangan biarkan mereka pergi tanpa hasil. Mulai memikirkan interaksi dengan para followers, membuat konten aktivasi di tahap ini juga bisa menjadi salah satu caranya.

3. Tahap Tiga (Membeli)

Pada tahap akhir ini, asumsi dari tahapan 1 dan 2 sudah dilewati dan berhasil. Bukan hal yang sulit untuk bisa mengonversi para audiens untuk menjadi pembeli produk/jasa kita. Mulai lakukan promo dan limited promo di tahapan ini, gunakan link untuk dapat membeli produk/jasa kita, gunakan social media ads untuk mempromosikannya. Buat konten dan aktivasi yang disertai dengan call-to-action, misalnya tombol Buy Now atau wajibkan pembelian produk/jasa kita sebagai syarat untuk mengikuti aktivasi yang kita buat.

 

Setelah mengetahui tahapan dan konten seperti apa yang perlu diperhatikan dalam memasarkan produk/jasa kepada target audiens, saatnya kita memikirkan untuk bagaimana dan dimana men-deliver yang sudah kita siapkan sebelumnya. Channel apa saja yang akan kita sasar dan bagaimana relevansinya dengan konten yang sudah kita siapkan serta kebiasaan seperti apa dari target audiens kita pada channel-channel tersebut. Ingat, semakin relevan konten yang sudah kita buat, semakin besar pula kemungkinan para audiens untuk bisa follow, comment, like dan share akun media sosial kita.

Menganalisis dan menarik data dari target audiens kita bukan suatu hal yang mudah, tapi hal tersebut harus dijalankan seorang marketer agar dapat menyesuaikan strateginya dengan para target audiens, karena hal tersebut adalah langkah pertama untuk kita bisa membuat konten marketing yang memiliki pengaruh besar dalam membantu mencapai tujuan bisnis.

Jadi, siapa target audiens Anda dan apa strategi Anda untuk menjangkau mereka? Jangan ragu berbagi dengan kami.

 

Sumber:

https://www.socialbakers.com/blog/knowing-your-target-audience-is-key-in-content-marketing?id=2775

http://crocodic.com/kenali-user-intent-audiens-untuk-penuhi-kebutuhan-target-pasar-anda/

Categories
Brand Campaign Branding Digital Campaign Digital Marketing Marketing Strategy Technology

SMS Marketing: Old but Gold

Menurut Mobile Phone Marketing US, 90% lebih populasi manusia di dunia memiliki telepon seluler. Khusus untuk di Indonesia sendiri, data dari eMarketer menunjukkan jumlah pengguna smartphone terus meningkat, dari 55 juta di tahun 2015 akan terus naik hingga 92 juta sampai nanti di tahun 2019. Dan saat ini Indonesia merupakan pasar penjualan smartphone terbesar ke-3 di kawasan Asia Pasifik (setelah China dan India).

Dengan banyaknya pengguna telepon seluler, otomatis semakin banyak target market bagi Anda untuk menyampaikan informasi, promosi dan memasarkan produk. Meskipun perkembangan teknologi telah menyajikan beragam media untuk melakukan promosi, namun tetap ada satu jenis media yang hingga saat ini masih sangat potensial untuk digunakan. Benar sekali, SMS!

Kami yakin semua orang di dunia pasti kenal dan pernah menggunakan SMS atau Short Message Service. Dan melihat dari perilaku manusia modern yang semakin erat berkaitan dengan telepon seluler, kami juga yakin pemanfaatan SMS marketing masih menjadi pilihan yang efektif untuk beriklan.

Untuk memperkuat kayakinan tersebut, berikut adalah beberapa alasannya:

1. Cepat, personal, dan langsung diterima

Berkaitan dengan sifatnya yang real-time, brand dapat melakukan interaksi langsung dengan para penerima SMS marketing. Selain itu, SMS marketing (dengan dukungan teknologi) dapat dikustomisasi supaya setiap pesan yang terkirim dapat berisi nama masing-masing penerimanya, sehingga memberikan kesan personal dan spesial.

2. Pesan pasti dilihat dan dibaca

Email yang masuk inbox anda mungkin bisa tidak terbaca, karena banyaknya email yang masuk setiap hari. Melakukan panggilan telepon juga bisa saja tidak terangkat. Tapi kalau SMS? Memiliki kemungkinan besar untuk dilihat dan dibaca. Setiap bangun pagi, Anda pasti saja melihat telepon seluler, dan memeriksa semua pesan yang masuk, bukan?

3. Murah dan trackable

Hanya dengan kisaran harga mulai dari Rp75/SMS, ia menjadi salah satu media promosi yang tidak memberatkan budget beriklan Anda. Selain itu juga ada beberapa tools yang dapat membantu menganalisa SMS campaign Anda, slicktext.com salah satu contohnya. Dengan menggunakan tools ini, Anda dapat mengetahui siapa yang membuka pesan Anda, apa saja yang mereka klik, dan siapa yang mengabaikan.

Untuk Anda yang sudah mencoba melakukan SMS Marketing, namun merasa belum mendapatkan manfaat yang maksimal, berikut beberapa hal yang dapat Anda optimasi dari teknis praktiknya, antara lain:

1. Yang paling utama, bahasa!

Karakter yang terbatas memaksa SMS harus singkat, padat, dan jelas. Unsur di dalamnya harus memuat:

  • What                 : barang/jasa apa yang dipromosikan.
  • Where & How : di mana dan bagaimana cara mendapatkannya.
  • When                 : kapan masa periode promo tersebut.
  • Who                 : siapa pengirimnya, baik itu brand atau marketing
  • Price                 : info ini paling ingin diketahui konsumen.

2. Pemilihan waktu blasting yang tepat

Sama seperti konten media sosial, SMS Anda pun harus mempunyai informasi best time untuk melakukan pengiriman. Informasi ini dapat diperoleh berdasarkan beberapa hal, antara lain: jenis produk yang ditawarkan atau waktu pengguna paling aktif dari operator tertentu. Biasanya waktu yang direkomedasikan adalah pagi atau malam hari, sebelum atau setelah jam sibuk dimulai. Namun lagi-lagi, hal ini bias berbeda untuk setiap produk/jasa.

3. Memulai percakapan dengan sapaan

Karena kemampuannya yang dapat lebih personal, SMS yang Anda kirimkan diharapkan dapat memberi ramah. Pastikan sapaan di awal SMS promosi Anda dapat langsung mencuri perhatian sang konsumen.

4. Call to Action

Informasi sudah lengkap, waktu SMS juga sudah tepat, dan sapaan yang mencuri perhatian sudah melengkapi konten SMS Anda, selanjutnya ajak konsumen untuk melakukan tindakan yang Anda harapkan dengan jelas, singkat dan padat. Bisa dalam bentuk pembelian produk/jasa, mengarahkan ke website untuk informasi lebih lanjut , membalas pesan Anda, atau lainnya.

Jadi, sudah terbayang SMS seperti apa yang akan Anda kirimkan untuk mempromosikan atau mem-branding bisnis Anda? Jika Anda belum pernah mencoba berpromosi menggunakan SMS Marketing, kami sangat merekomendasikannya untuk digunakan oleh bisnis Anda.

Selamat mencoba!

 

Sumber:
https://www.smartinsights.com/mobile-marketing/mobile-marketing-analytics/mobile-marketing-statistics/
https://www.clickz.com/is-sms-marketing-still-relevant-in-2017/112101/
https://callhub.io/6-reasons-sms-effective-email-marketing/
https://www.socialmediatoday.com/news/why-mobile-messaging-should-be-part-of-your-marketing-strategy/520648/
http://www.juvlon.com/blog/sms-marketing-trends-to-follow-in-2018/
https://fastsms.co.uk/blog/sms-marketing-tips-2018.html
http://www.mobilephonemarketing.us/sms-marketing.html
https://www.vision6.com.au/blog/5-examples-of-sms-marketing-done-the-right-way/