Categories
Technology

Bagaimana Perkembangan Teknologi Informasi Telah Mengubah Hidup Kita (Bagian 2)

Minggu lalu, kita telah membahas bagaimana perkembangan teknologi informasi telah menciptakan pergeseran dalam hal pemahaman waktu, perilaku memperoleh informasi, perubahan pemahaman posisi produsen dan konsumen, hingga bagaimana kita menilai kredibilitas seseorang. Kali ini, kita akan membahas bagaimana perkembangan teknologi informasi saat ini telah mengubah cara pandang kita soal jarak dan bagaimana kita memproses informasi.

Teknologi internet telah mempermudah akses informasi sekaligus mempercepat laju kehidupan manusia secara umum. Periode internet seringkali dianggap sebagai periode puncak globalisasi. Setiap individu merasa, atau setidaknya menganggap dirinya merupakan bagian dari masyarakat global. Coba perhatikan bagaimana rekan-rekan di sekitar kamu dapat dengan fasih menjelaskan kesukaannya terhadap kebudayaan ataupun aktivitas-aktivitas yang khas di negara tertentu yang bukan negaranya sendiri. Kita tentu pernah mengalami periode ini di masa lalu (baca: masa sebelum internet), periode 1970-an atau periode awal Orde Baru (tepatnya tahun 1966), ketika kita mengalami euforia kembali dibukanya akses informasi ataupun referensi dari Barat. Atau periode 1990-an hingga 2000-an awal ketika kita menghadapi serbuan kebudayaan Amerika Serikat seperti MTV dan beragam junk food-nya serta budaya Jepang dalam bentuk komik dan anime. Saat ini, kita pun sedang diserbu oleh sebuah gelombang kebudayaan bernama Hallyu Wave atau Korean Wave.

Saat ini, pengaruh suatu kebudayaan bisa saja terjadi dalam lingkup yang jauh lebih kecil. Hal ini berkaitan dengan kebebasan ataupun kemerdekaan kita untuk memilih dan mengakses informasi sesuai dengan preferensi dan kesukaan masing-masing individu. Kebudayaan Korea seperti boyband, girlband, hingga kulinernya memang nampak mendominasi, namun di luar itu, banyak individu-individu yang juga terobsesi dengan produk-produk kebudayaan lain. Persoalan identitas menjadi isu yang semakin beragam, berbeda dengan periode Polemik Kebudayaan di tahun 1938 yang hanya berbicara soal pengaruh kebudayaan yang berasal Barat. Terpotongnya jarak antara satu negara dengan negara lain melalui teknologi internet telah menciptakan ‘kedekatan’ yang berbeda terhadap kebudayaan-kebudayaan di luar kebudayaan Nusantara. Pengaruh kebudayaan lain memang belum tentu menghasilkan sesuatu yang buruk, namun pemotongan jarak karena internet perlu dipahami dapat memunculkan bentukan-bentukan ‘obsesi’ yang berbeda di setiap individu. Selain pemotongan jarak yang menghasilkan kemudahan akses terhadap kebudayaan dunia, jarak dalam konteks ataupun lingkup yang lebih sempit pun telah mengalami perubahan yang signifikan.

Teknologi ojek ataupun taksi online tentunya telah menjadi pilihan utama transportasi masyarakat kita saat ini. Terlepas dari meningkatnya volume kendaraan pribadi di kota-kota besar, aplikasi ojek ataupun taksi online perlahan telah menggeser pemahaman kita dalam hal bepergian dengan memanfaatkan kendaraan umum. Meskipun dengan harga yang sedikit lebih mahal, banyak orang lebih memilih untuk menggunakan taksi online ketimbang kendaraan umum pendahulunya seperti angkutan umum dan bus. Perhatikan bagaimana teknologi internet lagi-lagi telah mengubah posisi produsen dan konsumen. Seseorang bisa saja berubah dari posisi penumpang menjadi supir kendaraan umum dalam waktu singkat. Kehadiran teknologi kendaraan online tentunya berimplikasi pada tuntutan untuk hidup dengan pergerakan yang serba cepat. Apakah hal tersebut juga meningkatkan mentalitas instan?

Sumber:
https://www.ft.com/content/7d9874c0-a25d-11e5-8d70-42b68cfae6e4
https://www.babble.com/tech/7-ways-technology-has-changed-our-lives-forever/
http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-565207/Modern-technology-changing-way-brains-work-says-neuroscientist.html
http://www.klientsolutech.com/examples-of-how-technology-has-changed-our-lives/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.