Konten Visual: “Game Changer” Digital Marketing

idea@work - Konten Visual: “Game Changer” Digital Marketing. #blogspot
Konten Visual: “Game Changer” Digital Marketing

Semua hal yang memenuhi dunia digital atau internet berubah sangat cepat beberapa tahun belakangan ini. Dalam perubahan tersebut, ada satu elemen kuat yang sangat berpengaruh, yakni elemen visual atau gambar. Saat ini, kita pasti menyadari bahwa kita lebih sering melihat konten yang berbentuk gambar di berbagai platform sosial media atau di berbagai web yang ada. Terima kasih harus ditujukan kepada HTML5, karenanya kita sekarang dapat melihat lebih banyak konten visual melalui perangkat mobile dan juga PC yang kita miliki. Big applause for it!

Mudahnya orang mengakses internet dan memasang berbagai konten teks ataupun gambar telah menjadi suatu titik cerah bagi banyak perusahaan atau pelaku bisnis. Dengan mengetahui hal yang “simpler yet outstanding” ini, brand berpikir untuk merubah kata – kata dalam iklan mereka menjadi gambar yang lebih layak sebagai medium untuk merepresentasikan produk yang mereka jual. Tetapi, disini muncul pertanyaan, tipe konten gambar seperti apa yang sekiranya dapat menarik pelanggan dan keuntungan apa saja yang bisa mereka dapatkan?

“Seeing is believing” atau “No pics = Hoax!” menjadi mantra utama di era ini. Dengan gambar dan foto yang kita perlihatkan pada orang – orang, apa yang coba kita sampaikan menjadi lebih kongkrit dan juga nyata bagi mereka. Inilah yang sekarang ini banyak dimanfaatkan oleh banyak perusahaan dan juga digital marketer. Tak hanya kata – kata saja, mereka juga memperlihatkan bukti – bukti yang mereka miliki tentang manfaat produk mereka agar calon pelanggan menjadi percaya dan tertarik.

Tak hanya gambar dan foto, video juga menjadi pilar atau fondasi penting dalam dunia internet. Lihat saja, saat ini mungkin sudah tersedia miliaran video yang diunggah di situs jejaring sosial video YouTube.com, Dailymotion.com, dan situs lainnya. Maka dari itu, membuat video juga menjadi pilihan alternatif lain bagi banyak pelaku bisnis dan juga perusahaan untuk memasarkan produknya, karena pada kebanyakan kasus, membuat video tidak selalu perlu mengeluarkan banyak biaya.

Images atau Gambar di Media Sosial

Media sosial merupakan sesuatu yang familiar bagi banyak orang, terutama kalangan anak – anak muda, dewasa ini. Bisa dibilang, media sosial merupakan connector yang dapat menghubungkan satu orang dengan orang lain. Ini tentu merupakan hal yang luar biasa. Dengan mudahnya kita dapat berinteraksi dengan orang lain walaupun jaraknya tidak dekat dengan kita.

Dalam ruang lingkup bisnis, media sosial tak hanya digunakan untuk menghubungkan satu perusahaan dengan perusahaan yang lain atau dengan pelanggan mereka secara informal, mereka juga memanfaatkannya sebagai cara untuk meningkatkan revenue yang handal dan dapat dipercaya. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa melalui gambar yang dipasang di media sosial, suatu perusahaan dapat meraih pelanggan 120-180% lebih besar daripada melalui pemasaran berbasis teks. Hal tersebut menandakan bahwa taktik pemasaran visual sudah menjadi bagian yang penting dalam strategi pemasaran.

Hadirnya media sosial seperti Path, Instagram, Pinterest dengan jutaan pengguna menjadi bukti bahwa banyak orang lebih tertarik dengan konten yang berbentuk gambar. Bahkan Facebook dan Twitter kini sudah dilengkapi dengan fitur yang memudahkan penggunanya agar dapat melihat banyak konten gambar di Timeline atau newsfeednya. Kebanyakan pengguna mengambil gambar mengenai kegiatan yang mereka lakukan di kesehariannya lalu mengunggahnya di media sosial. Narcissistic has become a common thing yet a reality we should accept as well.

Melihat realitas tersebut dan banyak sekali pengguna media sosial, ini tentu menjadi alat yang ampuh bagi banyak pihak terutama para marketer untuk ikut bergabung dan memasarkan produk mereka. Berbeda dengan pengguna pribadi yang sering menggunakan diri sendiri sebagai objek narsisnya, objek narsis para marketer ini adalah barang – barang. Sebaik mungkin mereka ciptakan gambar atau mengambil foto terbaik yang dapat mereka punya dan memesona banyak orang. Kini, memasarkan sesuatu tidak harus sering turun ke lapangan dan bercakap – cakap dengan satu orang ke satu orang lainnya lagi, dengan media sosial, menggapai banyak orang tidak menjadi hal yang sulit.

Salah satu perusahaan yang memaksimalkan media sosial adalah Taco Bell. Dalam akun instagramnya, Taco Bell menawarkan berbagai konten visual yang tak hanya membuat banyak orang “mengetuk 2x” pada layar smartphonenya, tetapi juga mengenalkan banyak hal pada khalayak mengenai makanan lezat apa saja yang dapat mereka sajikan. Tentu saja, kebanyakan taco.

 

idea@work - Konten Visual: “Game Changer” Digital Marketing. #blogspot
Konten Visual: “Game Changer” Digital Marketing

Screenshot di atas merupakan salah satu contoh foto yang digunakan Taco Bell untuk memasarkan apa yang mereka punya. Dengan jumlah “Like” dan followersnya yang banyak, produk yang mereka miliki sukses menjadi salah satu makanan favorit banyak orang.

Video dan Periklanan

Konten video sudah sering diramalkan menjadi salah satu senjata yang paling ampuh dalam dunia pemasaran di masa depan. Banyak juga yang memprediksi bahwa di tahun 2017 nanti, konten video akan menguasai 67% traffic di internet. That’s a very important issue. And we, as digital marketers, should be well-prepared for this.

YouTube adalah satu – satunya yang dapat kita berikan standing applause. YouTube yang merupakan situs jejaring sosial video memberikan kemudahan bagi para penggunanya untuk menggunggah video yang dapat dibagikan dan juga ditonton oleh berjuta – juta orang di internet. Oleh penciptanya yaitu Chad HurleySteve Chen, dan Jawed Karim, Youtube.com memang diciptakan agar berbagi video menjadi lebih mudah di internet. Tetapi, tak disangka – sangka, proyek yang mereka ciptakan di tahun 2005 ini menjadi salah satu pioneer yang sangat berpengaruh pada banyak konten di dunia internet.

Dalam dunia bisnis, tentu video kreatif yang menariklah yang banyak dilirik oleh banyak orang. Pembuat video disini harus menjadi seorang maestro yang cermat agar karyanya dapat menarik banyak orang untuk ditonton dan memperkenalkan apa yang mereka miliki. Tetapi, jika ide yang diusung tidak perlu dijadikan video namun tetap dipaksakan, maka video tersebut kemungkinan besar tidak akan menarik banyak orang dan malah kehilangan kepercayaan dari banyak pelanggan.

Jika membuat channel sendiri dan membuat banyak video tidak terlalu efektif, maka berinvestasi untuk beriklan di YouTube bisa menjadi alternatif. Iklan di YouTube berjalan selama beberapa detik di awal penayangan video dan dapat dilewatkan setelah 5 detik. Namun, tidak jarang juga ada perusahaan yang rela untuk membayar lebih untuk memasang iklan tanpa bisa dilewatkan dan memaksa pengguna YouTube untuk menonton iklan tersebut sebelum terjun pada video yang mereka ingin lihat.

idea@work - Konten Visual: “Game Changer” Digital Marketing. #blogspot
Konten Visual: “Game Changer” Digital Marketing

Penempatan iklan di YouTube juga merupakan faktor yang penting dalam kesuksesan pemasaran. Pemasangan iklan harus dapat disesuaikan dengan video yang ada di YouTube. Contohnya, jika kita ingin memasangkan iklan pada channel memasak dan iklan tersebut adalah iklan make up atau mengenai kecantikan, itu dapat menjadi sebuah “blunder” dan tidak banyak orang yang tertarik meskipun mereka menontonnya.

Keuntungan lain dari video konten adalah harganya yang murah. Kita dapat membuatnya hanya dengan kamera handphone atau dengan kamera digital, semuanya menjadi lebih terjangkau. Tetapi jika yang diinginkan adalah video yang berkualitas tinggi, diperlukan kualitas peralatan yang tinggi juga dan konten harus bermanfaat atau tidak menjadi hiburan bagi banyak orang.

Tur Visual

Tur visual dengan cepat menjadi populer di seluruh dunia terutama dalam bidang bisnis. Tur semacam ini dapat memudahkan calon pengunjung atau pelanggan yang datang ke situs web untuk mengakses dan melihat secara 360° tempat – tempat nyaman atau jasa yang kita tawarkan kepada mereka.  Jika calon pelanggan adalah orang yang sangat sibuk, maka tur visual ini akan dapat menjadi pilihan ideal untuk mempelihatkan apa yang kita miliki.

Tur visual memudahkan para pengunjung untuk memilih dan melihat sendiri tempat atau barang yang mereka anggap cocok. Yang mereka lakukan hanya duduk depan laptop dan memandangi setiap tempat atau pemandangan yang kamu tawarkan lewat layar kaca dan merasa takjub dengan dengan fasilitas luar biasa yang kamu miliki.

Salah satu situs yang menggunakan tur visual untuk pemasaran adalah virtualvisitbali.com. Disitu, kita dapat melihat beberapa contoh tur visual yang menarik banyak turis domestik atau internasional untuk mengunjungi Bali.

idea@work - Konten Visual: “Game Changer” Digital Marketing. #blogspot
Konten Visual: “Game Changer” Digital Marketing

Online visual marketing adalah salah satu cara yang paling kreatif dan menyenangkan. Secara online, banyak orang yang tertarik atau setidaknya mengetahui produk atau tempat apa yang kamu coba tawarkan kepada khalayak. Dari tur visual sampai hanya pasang di Facebook, Twitter, Pinterest, dan Instagram, gambar atau video yang diunggah di YouTube dengan baik dan sesuai dengan tempat dan waktunya akan menjadi alat pemasaran yang sangat ampuh bagi kepentingan bisnis.

Digital Marketing: Langkah Praktis Mempromosikan Blog Untuk Bisnis

idea@work - Digital Marketing: Langkah Praktis Mempromosikan Blog Untuk Bisnis. #blogspot
Digital Marketing: Langkah Praktis Mempromosikan Blog Untuk Bisnis

Pada awalnya blog digunakan sebagai alat bagi individu untuk menuliskan catatan yang tersimpan dalam format website. Istilah blog sendiri berasal dari kata website (atau disingkat web) dan log (catatan), yang keseluruhan artinya adalah catatan dalam bentuk website.

Akan tetapi, seiring berubahnya jaman, saat ini blog telah dimanfaatkan oleh banyak organisasi, dari yang berskala kecil hingga korporasi, sebagai salah satu alat untuk mencapai tujuan bisnisnya.

Blog digunakan sebagai medium untuk tetap terhubung dan berkomunikasi dengan konsumen, mulai dari pemberian informasi, membangun jaringan atau komunitas, hingga membangun atau memperkuat reputasi. Fakta ini ditunjukkan oleh survey HubSpot (2013) yang menyatakan bahwa 60% bisnis yang memanfaatkan blog mendapatkan lebih banyak konsumen.

Dari kenyataan di atas, lahirlah pertanyaan penting bagi mereka yang hendak memulai blog untuk mempromosikan bisnisnya: bagaimana cara membuat blog menjadi media yang efektif untuk membantu bisnis?

Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat kita bagi menjadi dua poin utama. Untuk yang pertama akan dibahas di artikel ini, sedangkan yang kedua akan dibahas di artikel lanjutan minggu depan.

Untuk yang pertama, cara untuk membuat blog dalam mempromosikan bisnis adalah membuat konten yang semenarik mungkin. Cara ini dilakukan supaya dapat menjaring lebih banyak pengunjung ke blog.

Menciptakan tulisan yang bagus dan menarik untuk di-publish di blog bukanlah perkara yang mudah. Konten yang menarik tidak serta merta datang dari langit, dibutuhkan tenaga, waktu, pengetahuan, dan kreatifitas yang tidak sedikit untuk membuatnya.

Secara garis besar Anda dapat melakukan tiga langkah berikut untuk menjadikan konten blog Anda menarik bagi pengunjung:

1. Tulislah tentang bisnis Anda

Tulislah hal yang menarik tentang bisnis Anda, perkembangannya dan segala hal yang berhubungan. Pengunjung setia blog Anda pasti mempunyai ekspektasi khusus terhadap bidang yang sedang Anda jalani pada saat ini. Tempatkan diri Anda sebagai seorang ahli yang siap berbagi dengan pembaca setia blog Anda.

2. Buat tulisan yang bisa memecahkan masalah para pembaca

Untuk membuat pengunjung kembali berkunjung pada halaman blog, Anda harus mempunyai sesuatu yang bisa menjadi penarik (hook) bagi pembaca. Jadilah seorang problem solver yang handal. Contohnya, jika bidang perusahaan adalah komunikasi, tawarkan sebuah blogpost yang memberikan pemecahan terhadap sebuah permasalahan komunikasi yang umum dijumpai.

Atau, temukan pengunjung yang membutuhkan bantuan pada kolom komentar dan tuliskan post khusus pada blog Anda tentang pemecahan masalah yang dia butuhkan.

3. Tuliskan hal baru, populer dan unik!

Selalu lakukan riset untuk menjaga tulisan selalu up to date. Untuk topik yang “berat”, Anda tentu perlu melakukan riset secara mendalam untuk menjaga kualitas tulisan dan harus mampu mempertanggungjawabkan isi tulisan tersebut.

Untuk topik yang lebih “ringan”, website semacam Google dan Wikipedia dapat membantu. Hal ini dapat membantu menaikkan nilai sosial Anda dan membuat Anda lebih dekat dengan pembaca yang memiliki kesamaan interest.

Hal ini akan memberikan insight yang lebih mendalam mengenai apa yang ingin diketahui oleh target audience, hingga apa yang baru dan apa yang sedang populer saat itu. Make a wrap dan jadikan bahan tulisan Anda jauh lebih menarik.

Selanjutnya, kita ulas tentang mempromosikan blog, khususnya tentang langkah bagaimana membagikan konten dengan efektif.

Untuk memperkenalkan konten yang ada di blog maka kita harus melakukan proses mempromosikan blog. Konten blog yang menarik bisa tidak terbaca oleh calon pengunjung karena kurangnya promosi. Promosi bisa dilakukan melalui banyak cara. Media buying semacam Google Ads, Facebook Ads, Twitter Ads, atau semacamnya adalah beberapa cara mudah namun memakan biaya tidak sedikit dalam mempromosikan blog.

Sebelum kita melakukan langkah media buying, sebaiknya kita mempromosikan blog dengan cara yang mudah, efektif dan lebih ekonomis memanfaatkan jejaring sosial. Salah satunya adalah dengan melakukan share yang efektif melalui 4 langkah mudah berikut:

1. Gunakan Copy yang Tepat Untuk Setiap Jaringan Media Sosial yang Akan Anda Gunakan 

Setiap platform media sosial memiliki ciri khas tersendiri, dengan karakter pengguna yang berbeda-beda. Pahami karakter semua media sosial yang akan Anda manfaatkan untukblog post sharing. Sebagai contoh, jika Anda akan menggunakan Facebook dan Twitter, jangan menggunakan copywriting yang sama untuk kedua platform yang berbeda tersebut. Gunakanlah copywriting yang telah disesuaikan untuk memenuhi standar keduanya.

Facebook dan Twitter memiliki aturan yang berbeda. Anda memiliki jatah 5.000 karakter dalam setiap Facebook posting, akan tetapi Twitter hanya memberikan 140 karakter dalam setiap kicauan. Twitter memaksa menjadi lebih singkat dan efisien dalam berekspresi dibandingkan dengan Facebook.

Setelah itu, pahami karakter pengunjung Facebook dan Twitter Anda. Meskipun cukup banyak orang yang menggunakan keduanya, namun besar kemungkinan mereka mengharapkan hal yang berbeda ketika mengunjungi platform media sosial yang berbeda.

2. Share Blog Post Anda Berkali-kali!

Once is never enoughShare blog post Anda berkali-kali di media sosial. Tidak semua orang yang terhubung dengan akun media sosial Anda akan melihat posting share blog dalam satu kali post.Untuk membuat mereka membaca share blog post milik Anda, lakukan hal ini berkali-kali.

Tapi ingat, share berkali-kali tidak berarti Anda bebas melakukannya kapanpun sehingga menimbulkan efek seperti spamming. Efek spamming ini tidak hanya akan mengganggu orang lain tapi juga membuat branding Anda terlihat buruk, hal ini tentu bukanlah efek sharingyang Anda inginkan.

Share blog berkali-kali dengan mempertimbangkan waktu yang pas untuk memaksimalkan efek yang diinginkan. Lihat “prime time” di setiap kanal media sosial, yaitu waktu di mana kebanyakanfollowers atau fans Anda sedang online. Jika Anda tidak bisa melakukan share berkali-kali sendirian secara manual, gunakan scheduling tools. Sebagai contoh, scheduling tools yang bisa Anda gunakan di antaranya adalah Tweetdeck, Hootsuite, atau Sprout Social.

3. Jadilah Lebih Sosial: Lakukan Engagement Pada Blog Sharing Anda.

Ketika melakukan sharing, beberapa platform media sosial menyediakan fitur untuk mention/tagorang tertentu. Yang perlu diingat adalah untuk melakukan hal ini dengan seksama. Mention/tagmereka yang memiliki interest yang sama dengan Anda. Jika Anda melakukannya secara asal, dikhawatirkan Anda akan dianggap melakukan spam.

Setelah Anda selesai melakukan sharing, akan ada kemungkinan jika seseorang melakukan re-share atau re-tweet terhadap post tersebut. Jika hal itu terjadi, silakan return the favor, mengucapkan “terima kasih” adalah hal paling simple yang bisa Anda lakukan.

Lebih jauh lagi, Anda dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk melakukan conversationdan membangun hubungan baik dengan fans/followers Anda. Jika mereka me-mention/tagpada beberapa post yang mereka publish, lakukan hal yang sama. Hubungan baik ini akan menjadi sebuah simbiosis mutualisme yang memberikan banyak benefit yang tidak hanya memberikan keuntungan dari sisi ekonomi tapi juga dari sisi sosial.

4. Buatlah Share Lebih Mudah: Tambahkan Social Media Widget

Asumsikan bahwa konten blog yang telah Anda buat sudah sangat menarik dan beberapa pengunjung ingin orang lain membaca apa yang telah Anda tuliskan. Pengunjung akan meng-copy link URL blogpost Anda dan membagikannya di media sosial milik mereka, tapi ini akan sangat merepotkan. Dengan tidak begitu banyak pengunjung yang memiliki waktu untuk melakukan hal itu, proses ini dapat dibuat lebih mudah dengan menambahkan widgetmedia sosial sebanyak mungkin pada blog post milik Anda.

Demikian beberapa tips dan langkah praktis untuk mempromosikan blog organisasi atau bisnis dengan lebih efektif. Sudah siap untuk membuat bisnis Anda lebih berkembang dengan memanfaatkan blog?

Yuk, dimulai dari sekarang!

Sumber gambar header Blog via Shutterstock. 

References:

1. Cleg, Jason. 2013. Convert with Content: 5 Tips For Sharing Your Blogpost. Retrieved: November, 27th 2013, 10.00 AM (GMT: 7+). Url link: http://www.convertwithcontent.com/5-tips-sharing-blog-posts/

2. Gerber, Scoot. 2011. Mashable: 11 Pro Tips for Better Business Blogging. Retrieved: November, 29th 2013, 01.00 PM (GMT: +7). Url link: http://mashable.com/2011/03/24/better-business-blogging/

3. Watts, Dechay. 2013. Sprout Content: 19 Reasons Why Your Business Should Be Writing a Blog. Retrieved: November 28th. Url link: www.sproutcontent.com/blog/bid/106416/19-Reasons-Why-Your-Business-Should-Be-Writing-a-Blog

4. Wehner, Clayton. 2010. Slide Share: How to use a Blog to Market your Business. Retrieved: November, 28th 2013, 07.00 PM (GMT: +7). Url link: http://www.slideshare.net/bluetrain/how-to-use-a-blog-to-market-your-business

Sumber gambar header Blog via Shutterstock.

 

Tulisan ini telah dimuat di Trenologi pada tanggal 11 dan 18 Desember 2013.

Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial

idea@work - Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial. #blogspot
Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial

Apakah Anda like FB Page atau mungkin Anda follow beberapa akun Twitter suatu brandtertentu? Apakah Anda sering memperhatikan brand-brand tersebut ketika sedang mengadakan kontes? Atau pernahkah Anda mengikuti salah satu kontes yang brand selenggarakan? Saya pernah mengikuti beberapa kontes yang diselenggarakan di media sosial, tentunya dengan harapan bisa memenangkan salah satu hadiah yang ditawarkan.

Apapun hadiahnya, gadget, voucher belanja, atau paket produk sekalipun, faktanya hampir semua orang menyukai kontes. Setuju?

Sayangnya masih banyak bisnis yang menganggap bahwa mengadakan suatu kontes di media sosial bukanlah sebagai teknik pemasaran yang efektif. Salah satu alasannya mungkin karena mereka pikir menyelenggarakan suatu kontes itu mahal, memakan waktu dan secara keseluruhan tidak layak. Namun sesungguhnya, media sosial menawarkan media yang sempurna untuk menjalankan kontes dengan alasan sebagai berikut :

1. Membangun Komunitas
Melalui sebuah kontes yang dijalankan secara efektif, mampu membangun fanbase yang kuat. Orang-orang mungkin tidak tahu tentang suatu merek atau suatu bisnis sampai mereka telah mendengar tentang hal itu setelah keluarga mereka, teman-teman dan kelompok sosial berbagi melalui sebuah kontes yang diikuti oleh salah satu dari mereka.

idea@work - Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial. #blogspot
Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial

Sumber: unifebe.edu.br.

idea@work - Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial. #blogspot
Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial

2. Menjadi Sebuah Insentif
Bagi Kontestan Sebuah kontes adalah cara yang bagus untuk menarik kontestan agar mengikuti akun media sosial suatu brand. Suatu kontes memberi mereka alasan yang kuat untuk melakukannya dan hadiah yang ditawarkan dalam suatu kontes menjadi sebuah insentif atas tindakan mereka tersebut.

Sumber: windmillnetworking.com.

3. Membangun kesadaran dari masyarakat atau awareness
Sebuah kontes adalah cara yang bagus untuk membangun kesadaran, baik itu kesadaran tentang keberadaan suatu produk ataupun kesadaran tentang keberadaan suatu media sosial dari suatubrand. Hal ini bisa terjadi karena adanya fitur ‘share’ dalam platform kontes, yang mendorong kontestan untuk menyebarkan berita mengenai kontes dan tentunya akan meningkatkanawareness dari orang-orang yang melihat berita tersebut.

4. Meningkatkan angka penjualan
Alasan terpenting dari penyelenggaraan suatu kontes adalah, setelah membangun komunitas dan membangun kesadaran masyarakat, adalah meningkatkan penjualan produk dari perusahaan. Penyelenggaraan suatu kontes yang efektif, misalnya dengan menjadikan paket produk sebagai salah satu hadiah, dapat menjadikan para pemenang kontes terus menggunakan produk Anda, menceritakan manfaat produk kepada komunitasnya, dan kembali untuk terus membeli produk perusahaan, selain karena alasan kepuasan, tapi juga karena alasan emosional. Memenangkan hati pelanggan akan menjadikan brand perusahaan satu langkah lebih maju dibandingkan denganbrand kompetitor.

5. Meningkatkan engagement

Sebuah kontes yang dijalankan secara efektif adalah cara terbaik untuk meningkatkanengagement pada halaman media sosial suatu brand. Ketika suatu brand sudah menarik penggemar baru yang relevan, tentunya akan membantu untuk meningkatkan komentar, share, retweets, likes, pin.

idea@work - Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial. #blogspot
Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial

Sumber : Techinasia.com.

Mereka yang relevan dengan halaman media sosial suatu brand, akan menjadi pengikut setia untuk melihat apa yang terjadi di dalam halaman Anda. Disinilah tim media sosial wajib menjadi teman, pendengar yang baik, dan menjadi pemberi masukan bagi para penggemar baru agar mereka tetap setia dengan halaman media sosial Anda.

Untuk mencapai berbagai tujuan yang diharapkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan dan pelaksanaan suatu kontes di media sosial :

1. Tentukan budget, jenis kontes, dan waktu pelaksanaan kontes Penentuan budget adalah hal yang paling krusial, karena hal ini berkaitan dengan anggaran perusahaan Anda. Budget ini meliputi pembuatan aplikasi, pembelian domain, pembuatan design, maintenance, pemilihan media buying dan tentunya untuk keperluan penyediaan hadiah bagi para pemenang kontes nanti. Jangan berfikiran bahwa mengadakan kontes hanya akan membuat anggaran pemasaran perusahaan anda membengkak. Mengenai anggaran sangat bisa disesuaikan, misalnya saja anggaran untuk hadiah. Tidak perlu selalu memberikan hadiah yang mahal seperti gadget atau tiket liburan ke luar negeri, dengan memberikan hadiah semacam tiket konser atau voucher belanja, bahkan paket produk dari perusahaan brand itu sendiri sudah cukup untuk membuat orang bersemangat dalam mengikuti kontes. Yang perlu diperhatikan dalam penganggaran hadiah adalah bahwa hadiah kontes harus sesuai dengan besarnya usaha yang dibutuhkan oleh fans untuk dapat memenangkan kontes.

Banyak macam kontes yang bisa diselenggarakan. Foto kontes, kontes yang berupa teks misalnya menjawab pertanyaan ataupun berupa blog contest, kontes video, sweepstakes, atau beberapa kontes kreatif lainnya yang semakin berkembang seiring dengan teknologi yang ada.

Penentuan waktu kontes juga menjadi hal yang penting sebelum mengadakan sebuah kontes. Pemilihan waktu dan durasi pelaksanaan kontes yang akurat dapat turut menentukan kesuksesan dari berlangsungnya suatu kontes. Misalnya, kita bisa memilih waktu pelaksanaan kontes pada saat Valentine, Hari Raya Idul Fitri, musim liburan sekolah, dengan durasi yang tentunya disesuaikan dengan jenis dan tema kontes.

2. Tentukan media yang akan dipilih sebagai tempat pelaksanaan kontes
Dari begitu banyak media sosial yang ada dan begitu banyak tools untuk pelaksanaan kontes, maka pemilihan media yang tepat turut menjadi pertimbangan dalam keberhasilan suatu kontes. Dalam penentuan media bisa kita lihat dari berbagai sumber laporan yang berkaitan dengan media sosial yang kita kelola. Misalnya jika mayoritas fans lebih banyak membuka media sosial melalui PC, maka penggunaan microsite sebagai media kontes memungkinkan untuk mendapatkan jumlah visitor maupun submission yang cukup banyak, sebaliknya jika fans lebih banyak menggunakan media sosial via mobile, maka penggunaan media sosial yang mudah diakses via mobile akan lebih memudahkan untuk dijangkau oleh calon peserta kontes. Jenis kontes yang akan diadakan, misalnya kuis trivia, kontes foto, atau kontes video pun menjadi dasar pertimbangan dalam pemilihan media kontes. Beberapa media kontes yang bisa kita pilih misalnya :

a. Facebook
Dengan berbagi alasan, Facebook adalah sebuah media yang luas untuk pelaksanaan berbagai macam kontes, misalnya begitu banyak tools bawaan Facebook yang dapat dieksplorasi, terdapat lebih dari satu juta pengguna Facebook yang aktif, penyelanggara kontes dapat mengiklankan kontes yang diselenggarakan dengan menggunakan FB adds dengan penyesuaian target dan tentunya dengan biaya yang bisa diatur. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan kontes di Facebook misalnya peraturan dan regulasi dalam penyelenggaraan kontes dan penggunaan third-party app agar penyelenggara kontes dapat melaksanakan kontesnya di Facebook

b. Twitter
Twitter adalah sebuah platform yang cukup sukses sebagai media dalam penyelenggaraan suatu kontes. Fungsi Retweet, hashtag, kemudahan akses via mobile dan cepatnya arus informasi di Twitter, menjadikan pelaksanaan kontes di Twitter mampu meningkatkan buzz dari suatu brandyang menjadi penyelenggara kontes. Namun sebelum menyelenggarakan kontes, jangan lupa pula untuk memperhatikan peraturan dan regulasi yang diberlakukan oleh pihak Twitter.

c. Pinterest
Pinterest sepertinya memang sebuah social network yang diciptakan untuk penyelenggaraan suatu kontes. Dengan Pinterest, kontes begitu mudah untuk diikuti, hanya dengan simple tagline‘Pin to Win!’ menjadikan kontes yang diadakan di Pinterest menjadi menarik. Jika anda bergerak di bidang retail misalnya pakaian, perhiasan, furniture, atau barang berwujud lainnya, maka Pinterest akan sangat tepat Anda gunakan sebagai media kontes. Sama halnya dengan Facebook dan Twitter, Pinterest pun memiliki aturan khusus dalam penyelenggaraan kontes, untuk itu pastikan anda pun membuat terms and condition yang tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.

d. Instagram
Jika anda ingin menyelenggarakan kontes foto via mobile atau dengan target peserta kompetisi adalah hanya pengguna smartphone dengan OS tertentu, maka Instagram adalah media yang tepat untuk dijadikan sebagai media pelaksanaan kontes. Keunggulan Instagram terletak pada penggunaan tagar untuk tiap foto. Penggunaan tagar ini membantu anda untuk tracking dari kontes yang akan dijalankan. Dan tak perlu khawatir, sekarang sudah tersedia alat analisa untuk melihat insight dari platform Instagram ini.

e. YouTube
Menyelenggarakan video kontes di Youtube tidak semudah seperti melaksanakan kontes di 4platform social media yang sudah disebutkan sebelumnya, tentu saja karena untuk mengikuti kontes video, dibutuhkan usaha yang lebih dibandingkan dengan mengikuti kontes foto, teks, atausweepstakes. Namun jangan khawatir, jika brand memiliki pengikut setia dan jika ide kontes yang sudah dipersiapkan secara matang sehingga memudahkan fans untuk mengikuti kontes video ini, maka kontes YouTube dapat memberikan keuntungan dan meningkatkan awareness terhadap suatu brand. Ada beberapa pedoman dan informasi mengenai YouTube dan beberapa tips dari Google untuk penyelenggaraan kontes di Youtube.

 

3. Membuat filter untuk tiap kontes yang dilaksanakan.

idea@work - Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial. #blogspot
Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial

Sumber: socialmediaexaminer.com.

Filter yang dapat digunakan misalnya menggunakan Facebook app install jika kontes diselenggarakan di Facebook, atau dengan membuat form pendaftaran yang harus diisi dengan data lengkap, jika kontes diselenggarakan menggunakan microsite. Mengapa kita perlu membuat filter seperti ini? Mudahnya bagi orang untuk membuat account e-mail dan akun media sosial palsu untuk mengikuti suatu kontes agar probabilitas kemenangan menjadi lebih tinggi, membuat para penyelenggara kontes perlu memperhatikan pembuatan filter semacam ini.  Selain filter-filter tersebut, penyelenggara kontes juga dapat membuat filter melalui aturan main yang jelas, sehingga jika terjadi kecurangan akan memperkecil terjadinya perselisihan antara penyelenggara dan para kontestannya.

4. Menambahkan fitur share untuk kontes yang sedang dilaksanakan

idea@work - Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial. #blogspot
Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial

Sumber: Socialmediaexaminer.com.

Fitur share merupakan wujud brand dalam menghargai kontestan yang mengundang teman-teman mereka untuk berpartisipasi dalam kontes yang diselenggarakan. Pemilihan pemenang secara acak dapat meningkatkan visibilitas campaign dan dapat memperbesar kemungkinan untuk menarik peserta yang tidak memiliki nilai bagi bisnis brand.

5. Pilihlah pemenang dengan bijak
Ada beberapa metode dalam pemilihan pemenang kontes, misalnya untuk kontes foto biasanya menggunakan sistem voting oleh sesama peserta, atau untuk kuis biasanya menggunakan sistem penilaian melalui akumulasi point. Metode penentuan pemenang ini tentunya dapat meningkatkanengagement dan viralitas dari suatu kontes, namun metode-metode tersebut sangat rentan dengan munculnya kecurangan, dan munculnya para peserta palsu yang sebenarnya hanya tertarik untuk memenangkan hadiah utama dan sebenarnya tidak memiliki ketertarikan sedikitpun terhadap brand penyelenggara kontes.

idea@work - Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial. #blogspot
Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial

Sumber: Socialmediaexaminer.com.

Dalam setiap penyelenggaraan kontes, pemilihan pemenang adalah tahap terberat yang memerlukan banyak pertimbangan. Untuk itu ada baiknya pihak penyelenggara sudah mencantumkan dalam peraturan kontes bahwa pemilihan pemenang adalah berdasarkan keputusan juri, atau berbagai parameter lain yang dapat meminimalisir terjadinya kecurangan dan perselisihan.

6. Pilihlah tim media media yang tepat

idea@work - Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial. #blogspot
Tips Menjalankan Kontes yang Sukses di Media Sosial

Sumber: salesforce.com.

Last but not least, pilihlah tim social media yang tepat yang dapat membantu brand untuk mencapai tujuan utama yang diinginkan. Dengan menyelenggarakan suatu kontes, tentu saja media media diharapkan dapat memperkenalkan perusahaan dan brand ke pelanggan potensial atau mungkin juga dapat meningkatkan penjualan. Bersamaan dengan itu pelaksanaan suatu kontes diharapkan juga dapat menjadi tempat bagi komunitas pelanggan untuk mendiskusikan produk atau jasa yang brand tawarkan. Untuk itu sangat diperlukan tim yang berdedikasi dan memiliki passion untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Jika perusahaan tidak memiliki tim social media khusus untuk melaksanakannya, sekarang ini sudah banyak agensi yang menawarkan jasadevelopment, maintenance, konsultasi, bahkan analisa media sosial untuk berbagai brand perusahaan. Menggunakan tim internal ataupun tim dari luar perusahaan, pemilihan tim media sosial merupakan tahap yang tidak bisa disepelekan, karena akan berdampak pada strategi brandperusahaan.

note: tulisan ini telah dimuat di Trenologi tanggal 20 Juni 2013.

4C untuk Meningkatkan Engagement

idea@work - 4C untuk Meningkatkan Engagement #blogspot
4C untuk Meningkatkan Engagement

Salah satu tugas SMO (Social Media Officer) adalah melakukan engagement. Engagement bukanlah hanya percakapan biasa tetapi lebih menekankan pada ikatan emosional dan cara bagaimana para followers atau fans tetap setia dengan pemilik brand. Hal ini dapat diwujudkan melalui percakapan yang terjadi antara pemilik brand dengan konsumen atau pelanggan.

Setiap komentar dan pertanyaan yang diajukan oleh konsumen, brand harus menanggapi dengan cepat dan tepat hingga akhirnya terjadi pecakapan yang lebih dekat. Jika ini dapat dilaksanakan dengan baik, konsumen akan memiliki ikatan khusus dengan brand dan bisa menjadi konsumen loyal. Bukan itu saja, mereka akan menjadi Buzzer yang cukup baik. Engagement yang dilakukan oleh perusahaan adalah pencitraan brand characters dia sebenarnya, jadi harus dilakukan dengan sangat baik.

Banyak cara untuk meningkatkan engagement di Facebook antara lain dengan memasang Facebook Ads, Sponsored Stories. Tetapi hal tersebut kurang mendekatkan konsumen denganbrand.

Brian Solis dalam bukunya Engagement mengungkapkan bahwa ada 4C yang dapat membangun kedekatan dalam media sosial. Apa saja 4C yang dimaksud itu, mari kita lihat satu persatu:

1. Content (Konten)
Sesuaikan konten dengan target market, dan buat konten tersebut semenarik mungkin yang dapat membuat orang tergelitik untuk mengomentarinya. Di sini peran content planer harus bekerja sama dengan SMO, agar SMO mampu menjawab semua pertanyaan atau komentar yang dilontarkan oleh fans atau followers. Jadikan konten tersebut sebagai pintu untuk mengajak mereka untuk berinteraksi dan betah berlama-lama melakukan percakapan dengan SMO.

2. Communication (Komunikasi)
Seorang SMO harus menguasai bagaimana cara berkomunikasi yang benar, bagaimana dia membagikan (share) tentang konten atau product knowledge.

3. Connectivity (Konektifitas)
Ini adalah strategi bagaimana fans atau follower merasa terhubung dengan brand tersebut. Dan merasa ada kedekatan.

4. Continuity (Berkesinambungan)
Interaksi yang terbangun haruslah berlangsung secara kontinyu jangan sampai terputus ditengah jalan karena sang SMO lupa tidak merespon kembali komentar atau pertanyaan si fans ataufollowers.

Selain 4 hal di atas ada beberapa hal sepele lainnya tetapi sangatlah penting bagi seorang Social Media Officer. Salah satunya adalah harus rajin melihat notifikasi, cek semua pertanyaan atau komentar sudah terjawab dengan tepat atau belum. Karena berhasilnya sebuah engagement sebuah brand, sangat tergantung dari keterampilan dari SMO itu sendiri.

idea@work - 4C untuk Meningkatkan Engagement #blogspot
4C untuk Meningkatkan Engagement

Sumber gambar: pertama dan kedua

note: tulisan ini telah dimuat di Trenologi tanggal 29 Mei 2013.