Keywords yang Paling Sering Dicari di Google selama 2017

Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan tahun 2017. Sulit untuk memahami bagaimana mungkin segala sesuatu terjadi tahun ini dan hanya dalam 12 bulan kalender, dari politik hingga hiburan hingga fenomena cuaca dan tragedi global, semuanya terjadi begitu cepat dan terkadang sulit diduga, kita semua memiliki perasaan terhadap setiap kejadian dan setiap peristiwa yang mempengaruhi kehidupan kita. Apa cara yang lebih baik, lalu, untuk mengetahui tahun itu dengan memeriksa kata-kata yang paling banyak kita telusuri di internet?

Itu adalah alasan dibalik pembuatan laporan pencarian keywords Google’s annual year, dengan memeriksa semua data yang telah dikumpulkan disepanjang tahun 2017 selama 365 hari.Disinilah kamu akan mengetahui bahwa selama 2017 adalah tahun dimana kata “bagaimana“ lebih sering digunakan daripada kata apapun. Silahkan cek beberapa keywords dibawah ini yang mungkin bisa menambah wawasanmu tentang hal-hal terkini.

1. 10 Hal yang paling sering dicari pada Google 2017
• Hurricane Irma
• Matt Lauer
• Tom Petty
• Super Bowl
• Las Vegas shooting
• Mayweather vs. McGregor fight
• Solar eclipse
• Hurricane Harvey
• Aaron Hernandez
• Fidget spinner

2. 10 Orang yang paling sering dicari pada Google 2017

• Matt Lauer
• Meghan Markle
• Harvey Weinstein
• Michael Flynn
• Kevin Spacey
• Bill O’Reilly
• Melania Trump
• Kathy Griffin
• Milo Yiannopoulos
• Gal Gadot

3. 10 Hal terbaru yang paling sering dicari pada Google 2017

• Hurricane Irma
• Las Vegas shooting
• Solar eclipse
• Hurricane Harvey
• Bitcoin price
• North Korea
• Hurricane Jose
• Hurricane Maria
• April the giraffe
• DACA

4. 10 “How to…..” yang paling sering dicari di Google 2017

• How to make slime
• How to make solar eclipse glasses
• How to watch the solar eclipse
• How to watch Mayweather vs. McGregor
• How to buy bitcoin
• How to freeze your credit
• How to solve a Rubik’s Cube
• How to make a fidget spinner
• How to cook a turkey in the oven
• How to screen record

5. 10 TV Show yang paling sering dicari di Google 2017

• 13 Reasons Why
• Game of Thrones
• This Is Us
• Iron Fist
• Riverdale
• Bachelor in Paradise
• The Good Doctor
• Santa Clarita Diet
• Big Little Lies
• American Gods

6. 10 Gadgets yang paling sering dicari di Google 2017

• iPhone 8
• iPhone X
• Nintendo Switch
• Samsung Galaxy S8
• Razer Phone
• iPhone 8 Plus
• Super NES Classic
• Google Pixel 2
• Apple Watch 3
• Samsung Galaxy Note 8

Multitasking: Apakah Efektif?

Multitasking adalah sesuatu yang harus menjadi keahlian seorang wanita, katanya. Seorang pegawai menjawab email sambil rapat, atau diantara kegiatan seperti memposting sesuatu dan menjawab pertanyaan di sosial media dan membuat report setelahnya, dan terus seperti itu. Mungkin kamu sebenarnya bukan melakukan multitasking melainkan task-switching. Ya, mereka melakukan suatu hal lalu melakukan hal yang lain tanpa menyelesaikan hal yang mereka lakukan sebelumnya. Apakah hal tersebut efektif?

Apakah multitasking meningkatkan produktifitas?

Banyak orang menganggap bahwa multitasking dapat meningkatkan produktifitas seseorang. Jadi, menjawab email sambil rapat, atau diantara kegiatan seperti memposting sesuatu dan menjawab pertanyaan di sosial media dan membuat report setelahnya membuatmu menjadi lebih produktif? Tidak juga.

Satu riset yang dilaporkan dalam Journal of Experimental Psychology menemukan bahwa siswa menghabiskan lebih banyak waktu untuk memecahkan masalah matematika yang rumit bila diminta untuk beralih ke tugas lain. Sebenarnya, mereka 40 persen lebih lambat dari mereka yang tidak melakukan task-switching.

Kerugian melakukan multitasking.

Kamu mungkin akan berpikir bahwa “Saya sudah berlatih melakukan multitasking sekian lama, pasti Saya akan ahli dalam melakukan hal tersebut”. Tapi nyatanya tidak. Sementara beberapa penelitian mendukung kelemahan melakukan multitasking, berikut beberapa alasan yang masuk akal bahwa multitasking tidak berfungsi untuk bisnis:

1. Kualitas kerjamu bisa terancam
Jika Kamu mengerjakan dua hal sekaligus, Kamu tidak bisa fokus pada satu hal. Dengan fokus terbatas, Kamu pasti akan membuat kesalahan. Misalnya, jika Kamu mencoba memecahkan masalah untuk klien saat mengajukan dokumen, Kamu tidak akan melakukannya dengan benar karena Kamu tidak benar-benar berfokus pada salah satu tugas.

2. Fokus terbatas
Karena Kamu mencoba mengerjakan beberapa tugas, Kamu mungkin terburu-buru melewatinya. Dengan berfokus pada setiap tugas secara terpisah, Kamu lebih cenderung mengerjakan tugas masing-masing dengan total.

3. Kurang produktivitas
Pada akhirnya, mencoba multitasking mengancam produktivitasmu. Otakmu tidak bisa mengerjakan beberapa tugas sekaligus secara efisien. Cobalah menerapkan “singletasking” sebagai gantinya.

Jadi menurutmu, multitasking itu bagus atau tidak untuk dilakukan?

Status Pelarangan Bitcoins di Indonesia

Otoritas moneter Indonesia akan mengeluarkan aturan untuk melarang penggunaan Bitcoins atau mata uang virtual di Indonesia sebagai alat pembayaran virtual maupun offline. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan pelarangan yang ditujukan bagi pelaku layanan keuangan berbasis teknologi termasuk e-commerce. Dalam konteks ini Bitcoins bukanlah alat pembayaran yang sah.

Menurut Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo hal ini terangkum dalam Pasal 34 beleid itu menyebut, “Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran dilarang: (a) melakukan pemrosesan transaksi pembayaran dengan mengunakan virtual currency.”
Bagian keterangannya disebutkan virtual currency adalah uang digital yang diterbitkan selain otoritas moneter yang diperoleh dengan cara mining. Antara lain Bitcoin, BlackCoin, Dash, Degecoin, Litecoin, Namecoin, Nxt, Peercoin, Primecoin, Ripple, dan Ven.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyebutkan alasan melarang adalah dalam rangka melaksanakan prinsip kehati-hatian, menjaga persaingan usaha, pengendalian risiko, dan perlindungan konsumen.

Larangan mengenai penyelenggaraan teknologi finansial dan e-commerce termasuk penyelenggaraan sistem pembayaran menggunakan dan memproses virtual currency, serta siapapum pihak yang menfasilitasi transaksi menggunakan virtual currency tersebut.

Pelarangan itu, lanjut Agus, guna mencegah kejahatan, seperti pencucian uang, pendanaan terorisme, dan menjaga kedaulatan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Alasan yang diungkapkan Agus punya dasar. Pada 2013 pendiri situs Silk Road, Ross Ulbricht ditangkap aparat Amerika karena situsnya ketahuan lebih pada jual beli narkoba daripada menjual bitcoin.

Fakta-Fakta Mengenai Bitcoins.

1. Bitcoin adalah mata uang virtual yang hanya ada di internet dan bisa digunakan sebagai alat pembayaran di tempat-tempat tertentu. Tidak semua penyedia jasa atau barang menerima pembayaran bitcoin.

2. Bitcoin bisa diperoleh dengan cara jual beli. Juga lewat aplikasi Bitcoin Miner yakni menggali bitcoin dengan cara menguraikan rumus matematika kompleks yang ada di sana melalui jawaban 64 digit yang rumit.

3. Bitcoin kemudian disimpan dalam dompet digital yang menyerupai internet banking. Akun atau alamat dompet Bitcoin di internet tidak menggunakan nama asli sehingga sulit dilacak pemiliknya.

4. Tidak ada otoritas pusat atau negara yang mengatur bitcoin sehingga rekeningnya tidak bisa dibekukan. Demikain juga uang atau isi rekening pada dompet bitcoin tidak ada yang menjamin.

sumber
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42265038

Mengenal Strategi Marketing ‘Sadvertising’

Makin hari makin banyak marketers yang menggunakan beragam teknik periklanan. Salah satunya adalah teknik marketing yang menguras emosional audiens-nya. Sadvertising namanya. Sadvertising ini mengacu pada tren iklan konsumen di mana pembuat iklan menggunakan serangkaian strategi untuk dimainkan pada emosi orang dan menyentuh dengan perasaan sedih, melankolis atau penuh kesengsaraan. Advertising yang menyentuh atau melibatkan emosional telah menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir karena perusahaan bekerja untuk menciptakan ikatan emosional yang kuat seputar produk mereka.

Sadvertising bisa menjadi alat yang berguna bagi marketer membentuk asosiasi brand. Dengan menggabungkan secara langsung emosi ke dalam cerita sebuah brand, marketer membangun karakteristik emosional tertentu yang dapat meningkatkan sikap positif di antara konsumen tentang produk. Jika sebuah brand secara konsisten menampilkan kisah gembira dan menghangatkan hati seperti yang dilakukan Google dan Apple, hal itu membuat konsumen merasa senang dan dapat mempengaruhi pandangan keseluruhan konsumen terhadap brand tersebut. Penggunaan emosi negatif seperti kesedihan atau ketakutan juga bisa menciptakan asosiasi yang menguntungkan untuk sebuah brand. Jika brand membantu konsumen menghindari pengalaman negatif, seperti ADT (security service) membantu audiens menghindari perampokan dan dan menimbulkan rasa aman, resolusi emosi negatif dapat menciptakan hubungan positif yang sangat kuat antara brand dan pelanggan.

Komedi dan tawa adalah strategi periklanan yang paling umum. Dan Sadvertising adalah semacam pengembangan strategi marketing yang lebih membawa unsur emosional, meski tidak benar-benar bekerja dengan cara yang sama seperti komedi. Kamu pernah menyimak iklan dari Thailand tidak? Bagaimana iklan tersebut membawa emosional penuh dengan kesedihan yang membuat air mata tak terbendung untuk kita audiens-nya dalam menonton.

Apa yang kamu rasakan setelah melihat iklan tersebut? Sedih sudah pasti, emosi terkuras melihatnya, kan? Brand-brand asuransi di Thailand seperti ini mengambil tema sadvertising untuk terlebih dulu memancing emosi kamu. Yang pada akhirnya menciptakan kesadaran bahwa sehat dan menjamin kesehatan itu menjadi nilai jual utama untuk brand mereka.

So, sudah terpikir akan mengambil tema apa untuk sadvertising kamu?

(dari berbagai sumber)

Nilai Bitcoins Semakin Meroket

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan jika ingin menjualnya.

• Ini adalah pilihan yang sulit untuk memutuskan apakah akan menjual beberapa Bitcoins Anda atau menyimpan semua untuk diinvestasikan.

• Beberapa ahli merekomendasikan penjualan antara 20% dan 50% jika Anda menghindari risiko atau memiliki kebutuhan finansial yang mendesak.

• Hal ini juga masuk akal untuk menjual beberapa Bitcoins Anda jika Anda tidak ingin menunggu hasil yang berpotensi tetapi dengan risikonya.

Tentu saja, para investor awal yang beruntung, tidak bisa langsung membelanjakan uang tersebut – mereka harus menjual mata uang digital mereka terlebih dahulu. Itu menciptakan dilema yang sulit bagi orang-orang dengan ribuan dolar di dompet virtual mereka: Haruskah mereka memasukkan beberapa investasi mereka sekarang, atau membiarkannya tidak tersentuh, berpotensi menghasilkan lebih banyak uang lagi, tapi mempertaruhkan sebuah resiko yang bisa membuat mereka kembali dengan tangan hampa?

Beberapa pakar cryptocurrency merekomendasikan untuk menguangkan sebagian porsi dari Bitcoins Anda saat ini, terutama jika Anda menghindari risiko atau memiliki kebutuhan finansial yang mendesak.

“Jika seseorang ingin membayar tagihan, mungkin masuk akal untuk mengambil, katakanlah, satu bulan kebutuhan,” kata Josia Hernandez, kepala strategi jaringan jaringan ATM kecil Coinsource. Seseorang yang membutuhkan uang seharusnya tidak merasa buruk menjual 30% sampai 50% dari bitcoin mereka, katanya, meskipun mereka harus tetap setidaknya setengah berinvestasi. Dengan begitu, mereka tidak akan dipenuhi dengan penyesalan tahun ke depan jika nilai bitcoin terus melonjak.

Demikian juga, Linas Rajackas dari perusahaan jasa investasi Kaiser Exchange mengatakan bahwa bukan ide buruk untuk menjual cukup banyak dari bitcoin Anda untuk sewaktu-waktu kembali membeli Bitcoins seperti semula. Beliau mengatakan bahwa jika anda ingin tetap menginvestasikan Bitcoins tetapi dengan resiko rendah dengan kenaikan value bitcoins yang signifikan, mungkin baiknya Anda menjual sebagian senilai investasi awal Anda, dan menyimpan Bitcoins yang tersisa.

Tetap saja banyak investor tidak berani mengambil resiko untuk cryptocurrency.CEO JPMorgan menyebut ini mata uang “penipuan” yang akan berakhir saat orang kehilangan banyak investasinya, sementara yang lainnya menyebut ini bagaikan sebuah gelembung yang sewaktu-waktu akan meledak dan tidak ada hasilnya.

Tapi bagi investor setia yang telah lama bermain dengan bitcoin selama bertahun-tahun, potensi penghasilan besar yang tinggi ini sangat sayang untuk dilewatkan.

Salah satunya Aaron Lasher mengatakan bahwa, Ia tidak menyarankan untuk menjual semua aset Bitcoins-nya, menjual 20% – 30% merupakan strategi yang masuk akan bagi mereka yang tidak mau menunggu investasinya selama bertahun-tahun.