Marak Fake News di Dunia Digital? Begini Cara Mengenalinya

Bersikap bijak dan cerdas adalah kuncinya

Tahukah Anda? Berdasarkan data dari Kemkominfo, ada sebanyak 800 ribu situs di Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar berita palsu dan ujaran kebencian (hate speech). Dengan jumlah sebanyak itu, sangat mungkin kita mengonsumsi berita dari situs-situs tersebut, baik sadar maupun tidak disadari.

Sebagai portal media sosial terbesar, Facebook sudah berupaya mengatasi penyebaran Fake News. Mark Zuckenberg dkk. mengoptimalkan fitur filter Fake News dengan mengadakan survey kepada setiap penggunanya untuk menyaring informasi. Sayangnya, banyak yang menilai filter ini kurang efisien, sehingga Facebook kembali mengandalkan pendapat dari polling yang dilemparkan kepada pengguna itu sendiri.

Sebenarnya, ada banyak cara untuk mengenali dan mengantisipasi penyebaran Fake News. Namun tetap, hal paling penting untuk menyikapinya adalah bijak dan cerdas menanggapi setiap informasi. Berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti untuk mengenali Fake News marak beredar di dunia digital.

1. Cek kembali source yang Anda dapatkan
Lihat apakah ini portal media ini terkenal dan dapat diandalkan dari segi konten. Cek juga keaslian URL, karena terkadang kita menemukan URL yang menyerupai portal media besar tetapi menjadi plesetan. Contohnya: VOA yang seharusnya Voice of America, tetapi dalam versi ini mungkin menjadi Voice of Ayam Den Lapeh. Cek juga “About Us” pada fitur menu. Lebih detail lagi, lihat nama penulis dari artikel tersebut.

2. Jangan mudah percaya hanya dengan membaca headline pada sebuah berita
Jangan hanya membaca judul, cermati lebih lanjut artikel tersebut dengan memperhatikan konteks dan kelogisan konten.

3. Periksa setiap kalimat yang mungkin berlebihan atau mungkin salah
Setiap artikel yang memiliki tujuan tertentu, terkadang memiliki gaya bahasa dan alur yang mengarahkanmu pada hal yang memancing emosi. Pastikan artikel ini bukan Clickbait. Karena jika iya, kemungkinan artikel tersebut adalah spam iklan untuk mendapatkan penghasilan iklan daring, dengan mengorbankan kualitas atau akurasi, dengan bergantung kepada tajuk sensasional atau thumbnail yang menarik untuk diklik.

4. Periksa sumber data dan narasumber
Fake News biasanya tidak ditunjang oleh sumber data yang benar dan narasumber terpercaya.

5. Periksa tanggal ketika berita ini muncul
Terkadang berita yang sudah ketinggalan ini muncul dan hanya untuk membuat netizen kebingungan, atau bisa juga dijadikan sebuah pengalihan dari sebuah issue.

6. Kamu tidak akan menemukan Fake News di media berita yang mainstream
Biasanya, Anda tidak akan menemukan berita palsu ini pada portal media besar dan kredibel, maka cross-check berita yang anda dapatkan pada portal media yang terkenal dan kredibel.

7. Seringkali menampilkan sebuah polling
Menurut keterangan ahli untuk melakukan sebuah survey yang baik, harus diikuti oleh banyak responden, setidaknya sekitar 1000 responden, hal ini dilakukan untuk menghindari hasil yang hanya kebetulan saja. Semakin kecil skala survey dilakukan akan menghasilkan jawaban yang terlalu menyimpang dari yang seharusnya.

8. Website untuk fact-checking
Kamu juga dapat menggunakan beberapa website untuk mengecek fakta dari berita yang beredar. Mungkin sedikitnya dapat membantu memberikan ulasan berita tersebut. Dia ntaranya ada beberapa website yaitu  FactCheck.orgInternational Fact-Checking Network (IFCN)PolitiFact.com, or Snopes.com.

Sumber :

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *