Kisah Sukses Di Balik Instagram Stories

Seperti kita ketahui, media sosial saat ini telah menjadi kebutuhan sehari-hari. Jumlah penggunanya meningkat dengan sangat pesat di seluruh dunia, salah satunya adalah Indonesia. Menurut data yang diambil dari ‘We Are Social Singapore’, 30% dari total 259.1 juta populasi penduduk Indonesia yang aktif menggunakan media sosial, terdapat peningkatan sebesar 10% dari tahun 2015. Itu artinya, sekitar 79 juta penduduk Indonesia turut berkontribusi dalam kemeriahan yang terjadi di media sosial setiap harinya. Wajar saja jika ‘hot topic’ yang terjadi di Indonesia bisa menjadi trending topic dunia dengan hashtag tertentu, dan pada akhirnya menjadi pusat perhatian dunia.

Kita mungkin telah mengetahui beberapa platform media sosial yang paling laris di dunia saat ini antara lain Youtube, Facebook, Twitter dan Instagram. Di luar itu, dengan beragam alasan, banyak platform-platform lainnya yang sudah mulai kehabisan penikmat dan pengguna. Kalau kita perhatikan, salah satu contohnya adalah Snapchat/Snap yang sempat laris beberapa waktu lalu dengan fitur-fitur menariknya. Namun belakangan, salah satu fitur utama yang dijualnya telah diaplikasikan juga oleh Instagram, dengan sebutan ‘Instagram Stories’. Hal ini menjadi satu cerita menarik untuk kita bahas lebih dalam.

Instagram Stories telah berkembang dari kloning Snap menjadi bagian integral dari aplikasi komunikasi visual terbesar di dunia sejak tahun peluncurannya. Setengah dari bisnis di Instagram menghasilkan sebuah ‘Stories’ dan ini meningkatkan penggunaan rata-rata aplikasi menjadi 32 menit per-hari bagi mereka yang berusia di bawah 25, dan 24 menit per-hari untuk mereka yang berusia 25 tahun ke atas. Tingkat pertumbuhan pengguna aktif bulanan Snap telah anjlok dari 17,2% per-kuartal menjadi hanya 5%, sementara harga saham Snap turun dari IPO $ 17 menjadi $ 13. Instagram Stories sekarang memiliki 250 juta pengguna harian, sementara Snap berjumlah 166 juta.

Instagram tidak hanya menyalin Snap, namun telah mengubah fitur Instagram Direct-nya menjadi pesaing pesan pribadi singkat Snap. Dengan mengizinkan orang mengirim pesan visual cepat yang hilang, Instagram Direct telah berkembang menjadi 375 juta pengguna bulanan. Dan yang paling menarik adalah saat ini, satu dari lima Instagram Stories yang diposting oleh sebuah bisnis menerima balasan direct message, yang memungkinkan Instagram merayu pengiklan yang menginginkan saluran pribadi untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Maka, bagi kita yang sedang membangun sebuah ‘Social Media Marketing’, sangat baik jika kita mampu memaksimalkan fitur-fitur terbaik dalam platform yang tepat.

Sumber:
https://techcrunch.com/2017/08/02/instagram-stories-anniversary/

https://www.slideshare.net/alanmtzr/digital-in-2016-by-we-are-social-singapore?qid=a61cd1d4-3704-46a2-afba-a796aaf56527&v=&b=&from_search=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *